Jumat 04 September 2020, 19:39 WIB

Perjanjian di Bawah Rp5 juta tidak Perlu Meterai

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Perjanjian di Bawah Rp5 juta tidak Perlu Meterai

Antara
Karyawan menunjukan meterai di Kantor Pos Besar, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

 

RANCANGAN Undang-Undang (RUU) Bea Meterai telah mendapatkan persetujuan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan segera dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan.

Dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet (Setkab), ada tujuh poin utama RUU Bea Materai tersebut. Salah satunya ialah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut tarif baru bea meterai ialah Rp10 ribu yang berlaku pada 1 Januari 2021 mendatang. Hal itu dikenakan untuk besaran tarif Rp5 juta.

Baca juga: Meterai Habis di Kantor Pos Kota Pangkalan Balai

Saat ini hanya ada dua jenis tarif meterai, yakni Rp3.000 untuk di bawah 1 juta dan Rp6.000 untuk di atas Rp1 juta.

Penyesuaian kebijakan mengenai Bea Meterai, kata Sri Mulyani, untuk mengganti regulasi yang selama 34 tahun belum pernah mengalami perubahan.

“Meskipun dalam waktu yang sangat singkat, pembahasan ini sudah menghasilkan draf RUU yang komprehensif. Ada 32 pasal dan hal-hal yang sangat penting dalam perubahan dari Undang-Undang yang sebetulnya sudah 34 tahun belum pernah direvisi,” ujar Sri Mulyani.

Adapun tujuh poin yang telah disepakati, yaitu:

1. Dalam penyesuaian yang dituangkan dalam RUU Bea Meterai tersebut adalah penyetaraan pemajakan atas dokumen. Saat ini, terjadi ketidaksetaraan pemajakan atas dokumen karena Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai hanya mengatur mengenai pemajakan atas dokumen dalam bentuk kertas.

Penyesuaian itu diharapkan terjadi kesetaraan pengenaan Bea Meterai atas dokumen non-kertas, sehingga lebih memberikan rasa keadilan atas pengenaan Bea Meterai.

2. Menkeu menyebut bahwa tarif yang ada pada RUU baru tersebut berupa single tarif yaitu Rp10 ribu. Sri Mulyani menyebut bahwa masih memberikan pemihakan pada kelompok usaha kecil dan menengah. Tarif Bea Meterai dan batasan nilai dokumen yang memuat jumlah uang yang dikenai Bea Meterai dalam RUU ini telah didesain sedemikian rupa, dengan memperhatikan pertumbuhan usaha kecil, mikro, dan menengah.

Tarif Bea Meterai disepakati sebesar Rp10 ribu dan batasan nilai dokumen yang memuat jumlah uang yang dikenai Bea Meterai disepakati sebesar Rp5 juta.

3. Pada RUU tersebut ada penyempurnaan pengaturan mengenai saat terutang dan subjek Bea Meterai secara terperinci per jenis dokumen dan penyempurnaan administrasi pemungutan Bea Meterai dalam rangka memberikan kepastian hukum.

4. Pembayaran Bea Meterai dengan menggunakan meterai elektronik. Pengembangan teknologi pembayaran Bea Meterai merupakan langkah kongkret yang harus dilakukan sebagai tindak lanjut dari pengenaan Bea Meterai atas dokumen elektronik.

Lebih lanjut, Menkeu menyebut bahwa Pemerintah tetap akan melakukan secara sederhana dan efektif sehingga tidak menimbulkan transaction cost yang tinggi.

5. Pemberian fasilitas pembebasan dari pengenaan Bea Meterai atas dokumen tertentu yang diperlukan untuk kegiatan penanganan bencana alam, kegiatan yang bersifat keagamaan dan sosial, serta dalam rangka mendorong program Pemerintah dan melaksanakan perjanjian internasional.

6. Menkeu mengatakan bahwa penyesuaian yang ada pada RUU ini mencakup pengaturan mengenai sanksi, baik sanksi administratif atas ketidakpatuhan dan keterlambatan pemenuhan kewajiban pembayaran Bea Meterai.

Ada sanksi pidana untuk meminimalkan dan mencegah terjadinya tindak pidana di bidang perpajakan dan tindak pidana pembuatan, pengedaran, penjualan, dan pemakaian meterai palsu atau meterai bekas pakai.

7. Di tengah pandemi covid-19, ada penyesuaian nilai Bea Meterai yang baru yang diberlakukan pada 1 Januari 2021 mendatang. Sehingga terdapat cukup waktu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas. (Ins/A-3)

Baca Juga

freepix.com

300 Pelaku Usaha Bakal Ikuti Digital Conference Unboxing Digital

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 25 September 2020, 18:48 WIB
Pelaku usaha seolah dipaksa belajar lebih cepat sekaligus memanfaatkan teknologi sehingga bisnis yang sedang dijalankan menjadi lebih...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Strategi Mustika Ratu Membuat Minum Jamu sebagai Gaya Hidup

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 17:57 WIB
Dunia usaha dituntut selalu kreatif mengikut-sertakan generasi milenial dan GenZ ikut berpartisipasi menggalakkan industri jamu di...
MI/Rudi Kurniawansyah

Manggala Agni KLHK Padamkan Sejumlah Titik Karhutla Jatim

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 25 September 2020, 17:46 WIB
Brigdalkarhutla Manggala Agni bersama dengan TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat padamkan  sejumlah titik karhutla di Jawa Timur. Antara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya