Jumat 04 September 2020, 19:38 WIB

Insentif Tenaga Medis Korona di Sikka belum Dibayarkan

Gabriel Langga | Nusantara
Insentif Tenaga Medis Korona di Sikka belum Dibayarkan

Medcom.id
Ilustrasi

 

HINGGA saat ini, para tenaga medis yang menangani pasien korona di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur belum menerima uang insentif korona yang bersumber dari APBN.

Salah seorang tenaga medis tanpa mau disebutkan namanya mengeluhkan dana insentif yang tidak kunjung dibayarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Dia menyampaikan, bagi tenaga kesehatan tidak hanya sekedar mengatasi ganasnya persebaran virus korona, namun keluhan para petugas medis yang menjadi hak sampai saat ini tidak kunjung dibayarkan. "Sejak awal kita tangani pasien korona, sampai saat ini juga kita belum terima uang insentif itu," papar dia yang tidak ingin namanya dipublikasikan oleh Media Indonesia, Jumat (4/9).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat dikonfirmasi Media Indonesia mengatakan, dana untuk pembayaran insentif tenaga medis yang menangani pasien korona itu sudah masuk tiga minggu lalu di Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Sikka. "Dana itu sudah masuk tiga minggu lalu. Dana belum dibayarkan karena prosesnya harus masuk dalam dokumen perubahan anggaran daerah. Kalau besar dana itu coba cek langsung di DPKAD saja," tandas Petrus Herlemus.

Sementara itu, Sekretaris DPKAD Sikka, Paul Prasetya saat dihubungi Media Indonesia melalui telepon selular mengakui pihaknya sudah melakukan perubahan anggaran daerah bantuan biaya operasional kesehatan (BOK) untuk insentif tenaga kesehatan dalam penanganan pandemi virus korona.

"Kita sudah melakukan perubahan peraturan secara teknis maupun tata cara pencairan insentif. Dana insentif dari pusat itu harus masuk terlebih dahulu dalam APBD pendapatan. Kemudian, dianggarkan melalui pendapatan dan belanja di Dinas Kesehatan," tandas Paul Prasetya.

Ia mengakui dana insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien korona sudah dikirim oleh pusat dan sudah ada di rekening DPKAD. "Dana itu sudah masuk sekitar Rp2 miliar lebih. Perbupnya sudah ada. Tinggal saja pihak dari Dinas Kesehatan ajukan ke kita untuk dicairkan dana insentif tenaga kesehatan itu sehingga bisa dilakukan pembayaran," pungkas dia. (OL-12)

Baca Juga

Ist

MA-Muji Siap Jadikan Surabaya Kota Percontohan Layanan Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 18 September 2020, 15:25 WIB
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman (MA-Muji), berkomitmen sejahterakan ASN agar memberi...
MI/Supardji Rasban

Bantuan Paket Sembakao, Legislator Ingatkan Kader harus Solid

👤Supardji Rasban 🕔Jumat 18 September 2020, 15:15 WIB
BANTUAN sembakao bagi warga kurang mampu di tengah pademi covid-19 terus dilakukan sejumlah pihak di...
ANTARA/Kornelis Kaha

Jumlah Kasus Positif Korona Naik, NTT Belum akan Terapkan PSBB

👤Palce Amalo 🕔Jumat 18 September 2020, 15:05 WIB
Peningkatan kasus covid-19 di NTT paling banyak berasal dari pelaku perjalanan dan transmisi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya