Jumat 04 September 2020, 19:19 WIB

Jangan Ragu Mengenalkan Pendidikan Seks pada Anak Sejak Dini

Indriyani Astuti | Humaniora
Jangan Ragu Mengenalkan Pendidikan Seks pada Anak Sejak Dini

Ilustrasi
Ilustrasi - Pendidikan Seks Usia Dini

 

MENGENALKAN anak pada pendidikan seks sejak dini dapat menghindari anak mendapatkan informasi yang salah seputar seksualitas. Psikolog Klinis Anak dari Universitas Indonesia Rayi Tanjung Sari menjelaskan edukasi seks sebaiknya diberikan pada anak sejak mereka mengenal anggota tubuh.

"Ketika anak mulai paham nama-nama bagian tubuh, aware dengan dirinya, seperti tangan, mata, termasuk juga nama alat kelamin. Beri tahu anak nama yang tepat kalau penis, disebut penis. Begitu juga vagina," ujar Rayi dalam program "Nunggu Sunset" yang disiarkan melalui akun media sosial instagram Media Indonesia, Kamis (3/9) kemarin.

Adapun, topik ini sengaja diangkat oleh Media Indonesia dalam rangka Hari Kesehatan Seksual Sedunia yang jatuh setiap tanggal 4 September.

Baca juga: 82% Tenaga Kesehatan Alami Burnout Hadapi Pandemi

Disampaikannya, organ reproduksi juga bagian dari tubuh sama seperti tangan, kaki, dan lainnya. Oleh karena itu, menurutnya orang tua tidak ragu dan tabu berbicara mengenai pendidikan seks pada anak. Lantas apa pentingnya pendidikan seks dan memperkenalkan organ reproduksi yang benar pada anak? Rayi mengatakan, ketika anak mengalami masalah kesehatan terkait organ reproduksi atau kekerasan seksual, mereka dapat menjelaskan dengan baik nama sesuai term atau istilah yang tepat. Ini bertujuan menghindari komunikasi yang salah ketika anak butuh pertolongan.

"Kalau pakai istilah "burung atau bird and bees," terkesan hal yang memalukan untuk dikatakan," tuturnya.

Ia juga menyarankan kepada orang tua untuk tidak ragu membuka topik pembicaraan seputar seksualitas pada anak. Menurutnya, lebih baik anak mendapatkan informasi pertama mengenai hal itu dari orang tua mereka. Tentu saja, informasi yang diberikan disesuaikan dengan usia anak.

"Takutnya anak mencari tahu tanya temannya atau internet dapat info yang salah," ucapnya.

Begitu pula pada tahapan ketika anak beranjak remaja, ia menyarankan supaya orang tua  agar proaktif menjelaskan mengenai organ reproduksi, hubungan seksual, dan konsekuensinya. Diharapkan ketika dewasa, mereka akan paham hal yang benar dan tidak terkait seksualitas.

"Ketika punya pasangan, akan tahu yang boleh dan tidak boleh seperti apa. Tapi kita tidak bisa bilang kurangnya edukasi seks menyebabkan penyimpangan seksual," tuturnya.

Untuk anak berkebutuhan khusus, menurut Rayi, orang tua juga perlu mengenalkan nama-nama organ reproduksi, siapa saja yang boleh menyentuhnya, dan cara menjaga kebersihan organ reproduksinya.

"Mungkin lebih konkrit menggunakan gambar, dan lain-lain," ucapnya.

Membangun hubungan positif dengan anak, imbuhnya, menjadi cara terbaik supaya anak lebih nyaman berbicara soal seks kepada orang tua.

Pada kesempatan yang sama, Co-Founder Tabu.id sebuah platform ruang belajar untuk kesehatan seksual dan reproduksi bagi anak muda, Neira Budiono, mengatakan internet dan platform digital bisa menjadi pilihan dalam mencari informasi mengenai pendidikan seksual bagi anak muda. Tapi itu belum cukup. Idealnya, ujar Neira, orang tua sudah mulai menyadari bahwa pendidikan seks usia dini penting.

Ia juga mendorong sekolah menyediakan modul pendidikan seks yang komprehensif. Tidak hanya itu, peran fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas, dan pusat pendidikan agama juga dibutuhkan dalam memberikan pendidikan seks yang benar pada anak.

(OL-6)

Baca Juga

Ist

Dukung Atasi Covid-19, PMI Terima Sumbangan Satu Unit Ambulans

👤Eni Kartinah 🕔Kamis 24 September 2020, 15:43 WIB
Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla mengatakan PMI sebagai lembaga kemanusiaan yang berfokus pada penyediaan layanan vital bagi masyarakat...
DOK KOMINFO

Hadirkan Jaringan 4G,Kominfo Dukung Pengembangan Kawasan Mandalika

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 September 2020, 15:35 WIB
Menurut Menteri Johnny, kedatangannya ini untuk memastikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi berupa BTS 4G dapat berlangsung dengan...
ANTARA/Iggoy el Fitra

Banjir dan Tanah Longsor Landa Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 24 September 2020, 14:30 WIB
Longsor disebabkan kondisi tanah labil dan dipicu curah hujan tinggi, akibatnya akses jalan dari Padang Paiman menuju Bengkulu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya