Jumat 04 September 2020, 18:34 WIB

Pilihan Di Pilkada Boleh Beda Tapi Hati Tetap Sejuk

Heri Susetyo | Nusantara
Pilihan Di Pilkada Boleh Beda Tapi Hati Tetap Sejuk

MI/Heri Susetyo
Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran i saat menghadiri pertemuan lembaga survei Indopol Survey and Consulting di Surabaya.

 

KAPOLDA Jawa Timur Irjen M Fadil Imran berharap, meskipun masyarakat memiliki pilihan yang berbeda pada pilkada serentak yang digelar 9 Desember mendatang, namun hati harus tetap sejuk.

Kapolda mengatakan hal ini saat menghadiri pertemuan lembaga survei Indopol Survey and Consulting di Surabaya, Jumat (4/9). Selain kapolda, pertemuan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, perwakilan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu Jatim.

Menurut kapolda, pilkada serentak adalah pesta demokrasi rakyat untuk memilih para pemimpin ke depan. Sehingga rakyat harus menyambut dengan gembira dan turut berpartisipasi mensukseskan pilkada serentak nanti.

"Pilihan boleh beda namun hati harus tetap sejuk," kata Fadil.

Kapolda menambahkan, pilkada serentak di Jatim yang diikuti 16 Kabupaten dan tiga kota,  diselenggarakan saat pandemi covid-19. Maka pilkada kali ini harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan agar tidak menjadi ajang penularan covid-19.

"Pilkada saat ini di masa pandemi covid-19, sehingga kita semua harus bisa mentaati penerapan protokol kesehatan," tegasnya.

Sementara itu Emil Elistianto Dardak menambahkan, pilkada saat ini yang perlu menjadi perhatian adalah tingkat kerawanan di Jatim. Baik itu kerawanan gesekan antarpendukung maupun kerawanan penularan covid-19. Sehingga ketentraman dan kenyamanan di pilkada serentak perlu menjadi pemikiran bersama, baik pemerintah provinsi maupun Polri.

"Kerawanan di pilkada serantak yang akan dilangsungkan di 19 kabupaten/ kota menjadi perhatian bersama. Terlebih saat pilkada serentak ini bersamaan dengan pandemi covid-19. Sehingga semua masyarakat harus mentaati protokol kesehatan," kata Emil.

Emil juga menyinggung rivalitas yang tinggi terhadap pasangan calon tidak hanya di dunia nyata melainkan juga di dunia maya media sosial. Ironisnya informasi yang beredar di medsos terkadang hoax atau menyebarkan berita tidak benar.

"Medsos ini juga harus perlu menjadi perhatian semuanya, baik pemerintah provinsi maupun Polda Jawa Timur, karena banyak berita hoax saat pilkada berlangsung," kata Emil.

Indopol Survey and Consulting adalah lembaga survei yang melakukan penelitian terkait dengan dinamika sosial masyarakat dan peta kerawanan menjelang Pilkada serentak tahun 2020 di Jatim. (J-1)

Baca Juga

Antara

Pemprov Sumbar Terbitkan Perda Pelanggar Protokol Kesehatan

👤Yose Hendra 🕔Minggu 20 September 2020, 23:27 WIB
Jika masih kedapatan tidak bermasker, siap-siap saja didenda atau sanksi...
MI/Adi Kristiadi

Ayam Ras Bertelur Jumbo Hebohkan Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Minggu 20 September 2020, 21:50 WIB
WARGA Kampung Kudang, Desa Banyuasih, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, dihebohkan dengan seekor ayam ras yang bertelur ukuran...
MI/Heri Susetyo

Kapolda Tinjau Operasi Yustisi Prokes Di Daerah Rawan Covid-19

👤Heri Susetyo 🕔Minggu 20 September 2020, 17:41 WIB
Mereka yang tak mengenakan masker ataupun yang bergerombol dikenai sanksi denda. Sanksi denda diberikan sesuai Perda Nomor 2 tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya