Jumat 04 September 2020, 15:50 WIB

Raksasa Farmasi tidak akan Terburu-buru Memberikan Vaksin

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Raksasa Farmasi tidak akan Terburu-buru Memberikan Vaksin

AFP/JOE RAEDLE
ilustrasi pemberian vaksin

 

PERUSAHAAN obat global besar mengatakan tidak peduli seberapa mendesak tindakan yang diperlukan terhadap virus korona baru, mereka tidak akan mengambil jalan pintas dan terburu-buru mengeluarkan vaksin.

Para pemimpin eksekutif (CEO) dari Eli Lilly, Gilead, Pfizer, Roche, dan Merck (MSD) berbicara pada konferensi pers virtual yang diselenggarakan oleh International Federation of Pharmaceutical Manufacturers and Associations (IFPMA).

Beberapa mengatakan vaksin telah dipolitisasi dan mereka ditekan untuk segera mengeluarkan vaksin.

"Ini paling penting di bidang vaksin karena kami prihatin dengan gerakan antivax, tentang kepercayaan pada vaksin dan kematian," kata Direktur Jenderal IFPMA Thomas Cueni.

"Kami ingin lembaga tersebut memenuhi standar setinggi mungkin," kata Cueni mengacu pada badan pengatur seperti FDA di AS dan di negara lain.

Kepala Eksekutif Merck (MSD) Kenneth C Frazier mengatakan standar kualitas, keamanan, dan kemanjuran tertinggi harus ditegakkan di mana pun.

"Saya pikir kita semua mengerti kita harus bergerak dengan keadaan mendesak. Tapi kita tidak akan mengorbankan keselamatan dalam keadaan apapun," ucap Frazier.

"Kami tidak akan mengajukan persetujuan, yaitu persetujuan penggunaan darurat atau untuk persetujuan yang lebih umum, kandidat vaksin mana pun sebelum kami mendapat persetujuan melalui studi fase tiga yang memungkinkan kami untuk membuat perkiraan yang masuk akal tentang apa keamanan dan kemanjuran vaksin itu," tegasnya.

Baca juga: Merck Bantu Eijkman Percepat Penelitian Vaksin Covid-19

CEO perusahaan AS Pfizer Albert Bourla menyetujui pendapat Frazier dan mengatakan banyak orang yang skeptis karena sains telah begitu banyak dipolitisasi.

Bourla ingin meyakinkan semua orang bahwa semua tekanan politik tidak relevan.

"Kami tidak akan pernah mengajukan otorisasi atau persetujuan vaksin apa pun sebelum kami merasa aman dan efektif".(AA/OL-5)

Baca Juga

Ilustrasi

Satu Juta Dosis Vaksin Covid-19 Dipesan Kosta Rika

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 20:00 WIB
Pemerintah Kosta Rika pada Jumat (25/9) mengumumkan telah bergabung dengan program vaksin COVAX yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan...
Antara

Peru Buka Aktivitas Ekonomi Secara Bertahap

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 19:30 WIB
Hal itu dapat dilakukan asalkan kasus virus korona terus...
AFP

Inggris Janjikan Rp6,4 Triliun untuk WHO

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 19:15 WIB
Inggris, bersama dengan Prancis dan Jerman, menyatakan dukungan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya