Jumat 04 September 2020, 14:45 WIB

Fasilitas Militer Tiongkok di Indonesia, DPR: Inkonstitusional

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Fasilitas Militer Tiongkok di Indonesia, DPR: Inkonstitusional

MI/M IRFAN
Anggota Komisi I DPR Willy Aditya

 

PEMERINTAH Amerika Serikat mengungkap rencana Cina membangun fasilitas logistik militernya di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Rencana ini menurut Amerika adalah upaya Cina untuk membangun kekuatannya di Laut Cina Selatan (LCS).

Indonesia menjadi salah satu negara yang disebut Amerika menjadi target Cina untuk memuluskan rencananya. Cina dikatakan akan menginisiasi sejumlah kerja sama dengan Indonesia yang akan menjadi tameng rencana pembangunan fasilitas militernya.

Menanggapi hal ini, anggota komisi I DPR RI, Willy Aditya mengatakan kerja sama militer tidak dikenal dalam aturan politik luar negeri Indonesia. Indonesia sendiri sudah sejak merdeka menyatakan politik luar negeri non-bloknya. Karena itu menurutnya tidak ada dasar apapun yang dapat mengikatkan kerja sama militer Indonesia dengan negara manapun, termasuk China.

“Secara konstitusional rencana China itu sudah pasti tertolak. Amerika juga sangat paham bahwa Konstitusi dan Undang-undang Indonesia tidak memungkinkan adanya kerja sama militer. Kita perlu memeriksa lebih dalam maksud Amerika mengungkapkan rencana Cina itu ke publik. Jangan sampai kita dimanfaatkan oleh Amerika maupun Cina ini,” katanya kepada Media Indonesia, Jumat (4/9).

Willy melanjutkan, dalam konflik di Laut China Selatan yang di klaim Cina posisi Indonesia bukan menjadi para pihak berkonflik. Posisi Indonesia sudah sangat tegas dan jelas pada aturan UNCLOS yang merupakan hasil tindak lanjut dari Deklarasi Juanda. Dengan demikian bisa dipastikan Indonesia tidak akan terjebak dalam pola yang dimainkan Cina di dalam konflik LCS.

“Pernyataan Kemenlu beberapa waktu lalu sudah tegas, kita tidak bernegosiasi di LCS. Kita hanya akan menegakkan kesepakatan bersama di UNCLOS, diluar itu tidak ada negosiasi. Amerika harusnya paham posisi ini, bukan malah bermanuver seolah kita akan tunduk dengan upaya Cina,” paparnya.

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan pemerintah untuk terus mengawasi dan mengantisipasi ketegangan yang terus diperlihatkan Cina-Amerika di LCS. Ketegangan dan saling unjuk kekuatan di wilayah LCS menurutnya harus diwaspadai agar tidak mengganggu stabilitas pertahanan dan kemanan dalam negeri dan kawasan.

“Kalau kita perhatikan, Amerika dan Cina ini terus saling memancing unjuk kekuatan. Ini kalau tidak kita waspadai dan mempersiapkan diri bisa fatal di kemudian hari. Kemenhan, TNI dan BIN harus proaktif bekerja untuk menjaga agar kondisi ini tidak sampai mengganggu Indonesia. Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia harus lakukan diplomasi lebih agresif agar ketegangan di LCS dihentikan,” ujarnya.

Willy menandaskan, kerja sama Indonesia dengan Cina dalam bidang ekonomi dan pembangunan tidak dapat menjadi ukuran bahwa Indonesia akan tunduk jika sudah menyentuh prinsip dasar dalam konstitusi. Dia menegaskan kedaulatan Indonesia dan keamanan rakyat menjadi prinsip yang tidak bisa dinegosiasikan.

“Sia-sia jika benar Cina mau menggoda kita untuk Kerjasama militer, begitu juga dengan Amerika. DPR dan pemerintah pasti akan sangat hati-hati dan tidak bisa dibohongi dengan cara apapun oleh keduanya,” pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja

Pinangki Tulis Surat Minta Maaf ke Hatta Ali dan Burhanuddin

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 30 September 2020, 13:24 WIB
Permohonan maaf Pinangki disampaikan melalui surat yang diberikannya secara langsung kepada wartawan usai menjalani sidang pembacaan...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Lewat Surat, Pinangki Minta Maaf ke Hatta Ali dan Burhanuddin

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 30 September 2020, 13:17 WIB
Pinangki mengaku tidak pernah menyebut nama Mantan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dan Jaksa Agung ST Burhanudin seperti yang didakwakan...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Kuasa Hukum Jelaskan Asal Usul Harta Pinangki

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 30 September 2020, 13:02 WIB
Hal itu disampaikan saat pembacaaan nota keberatan di Pengadilan Tipikor, PN Jakarta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya