Jumat 04 September 2020, 11:20 WIB

Prancis Luncurkan Paket Situmulus Masif Tangani Dampak Covid-19

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Prancis Luncurkan Paket Situmulus Masif Tangani Dampak Covid-19

AFP/JEAN-CHRISTOPHE VERHAEGEN
Perdana Menteri Jean Castex

 

Prancis telah meluncurkan paket stimulus ekonomi €100 miliar (Rp1.753 triliun) untuk membantu memperbaiki kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh virus covid-19.

Melansir BBC, Kamis (3/9), pemerintah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan investasi tersebut akan mencakup pengeluaran besar untuk energi hijau dan transportasi.

Dijuluki 'peluncuran kembali Prancis', langkah itu bertujuan untuk mengatasi peningkatan pengangguran dan termasuk pemotongan pajak untuk bisnis.

Ekonomi menyusut 13,8% antara April dan Juni, penurunan kuartal terbesar sejak Perang Dunia Kedua.

Baca juga: Prancis Kecam AS Terkait Sanksi Terhadap ICC

Mengungkapkan rencana tersebut, yang setara dengan 4% dari output ekonomi tahunan Prancis, Perdana Menteri Jean Castex mengatakan stimulus hampir empat kali lebih besar daripada strategi penyelamatan yang diterapkan setelah krisis keuangan 2008.

Kebijakan ini termasuk investasi jangka panjang pada sektor pekerjaan dan pelatihan, serta transformasi Prancis menuju ekonomi hijau.

Sekitar €40 miliar pendanaan berasal dari dana pemulihan Uni Eropa yang baru.

Kira-kira €35 miliar telah dialokasikan untuk proyek-proyek yang membuat ekonomi lebih kompetitif dan €30 miliar akan digunakan untuk kebijakan energi yang lebih ramah lingkungan. Sementara sekitar €6 miliar direncanakan untuk membuat bangunan publik dan rumah yang lebih terisolasi. Industri hidrogen, sektor yang menerima investasi besar di Jerman akan mendapatkan kucuran €2 miliar.

Paket investasi lainnya akan digunakan untuk mendukung pekerjaan, pelatihan, dan inisiatif sosial yang lebih luas dengan tujuan menciptakan setidaknya 160.000 lapangan kerja tahun depan.

Castex mengatakan uang itu akan dibelanjakan selama dua tahun ke depan. Dia berharap investasi itu akan mengembalikan ekonomi ke tingkat sebelum pandemi covid-19 pada 2022. Pemilihan presiden Prancis berikutnya akan berlangsung pada April 2022.

"Secara ekonomi dan sosial, jauh lebih baik sementara memberatkan keuangan publik untuk berinvestasi, mempersenjatai kembali ekonomi, terus bergerak maju daripada tenggelam dalam penghematan dan membiarkan pengangguran lalu drama manusia meledak," kata Castex dalam jumpa pers.

Mathieu Orphelin, yang meninggalkan partai Macron tahun lalu untuk membangun partai yang lebih berpusat pada isu lingkungan mengatakan, "Rencana ini bagus, tetapi ini tidak dapat dibatasi untuk dua tahun. Kita perlu mempertahankannya selama 10 tahun."

Thierry Drilhon, presiden Kamar Dagang Prancis-Inggris menyampaikan kepada BBC bahwa dia melihat paket stimulus akan membantu industri-industri yang telah menderita secara signifikan akibat covid-19, selama investasi itu dilaksanakan dengan benar.

Prancis berada di jalur untuk mengalami salah satu resesi terburuk di Eropa, dengan penurunan 11% dalam perkiraan output ekonomi untuk 2020 secara keseluruhan. (BBC/OL-14)

 

Baca Juga

AFP

Joe Biden Lontarkan Insyaallah saat Tanggapi Debat Trump

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 23:04 WIB
Pada saat debat Presiden Amerika Serikat (AS) berlangsung Selasa (29/9) malam, kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden terdengar...
James Gilbert / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP

Susi Pudjiastuti akan Berbagi Cerita dengan Mike Tyson

👤Media Indonesia 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 21:10 WIB
"Untuk saya pribadi ini suatu kebanggaan dan surprise luar biasa diberi kesempatan mewawancarai Mike Tyson," kata...
AFP

AS Ancam Blokir Jika Kesepakatan TikTok-Oracle Membahayakan

👤Mediainonesia.com 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 18:40 WIB
Jual-beli antara ByteDance, perusahaan induk TikTok, dengan Walmart Inc dan Oracle Corp belum menemui kesepakatan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya