Jumat 04 September 2020, 05:32 WIB

Pimpinan KPK Bersaksi di Sidang Etik

Pimpinan KPK Bersaksi di Sidang Etik

Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
Ilustrasi -- Gedung KPK

 

SEBANYAK tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersaksi dalam sidang dugaan pelanggaran etik Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK Aprizal (Apz). Mereka ialah Ketua KPK Firli Bahuri serta dua wakil ketua KPK, yakni Nurul Ghufron dan Alexander Marwata.

“Hari ini ada agenda sidang etik dengan terperiksa Pak Apz dengan acara pemeriksaan saksi-saksi antara lain dari pimpinan,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, kemarin.

Ali mengaku dirinya juga dimintai penjelasan dalam sidang tertutup Dewan Pengawas (Dewas) KPK itu. Dewas turut menghadirkan pegawai dari unsur koordinasi dan supervisi penindakan (korsupdak) dalam persidangan. Namun, Ali menyatakan belum bisa menyampaikan materi pemeriksaan sidang etik tersebut. “Sebagaimana ketentuan Peraturan Dewas tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Persidangan Pelanggaran Kode Etik.”

Hasil persidangan akan diumumkan dalam agenda putusan. Rencananya sidang tahap akhir tersebut dilaksanakan terbuka.

Aprizal menjalani sidang Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sempat menyeret Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin. OTT dianggap dilaksanakan tanpa koordinasi sehingga Aprizal disangkakan melanggar pedoman perilaku sinergi pada Pasal 5 ayat (2) huruf a Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 2 Tahun 2020.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah yang sekaligus menjadi pendamping Aprizal, menjelaskan tindakan yang dilakukan Aprizal saat OTT di Kemendikbud hanya mengumpulkan bukti dan bahan keterangan. Seluruh pengumpulan bukti itu sudah mempunyai surat izin.

Mantan juru bicara KPK tersebut berharap Dewas KPK mempertimbangkan fakta yang ada dan bersikap adil dalam memutuskan nasib Aprizal. “Ada pihak yang mengatakan Dumas melakukan OTT saat itu, padahal Dumas tidak lakukan OTT,” kata Febri dalam sidang sebelumnya.

Nurhadi dan Rezky telah ditangkap tim KPK , Senin (1/6), sedangkan tersangka Hiendra saat ini masih menjadi buronan. (P-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/FACHRURROZI

Upaya Cegah Longsor Tarakan, Membuat Saluran Air hingga Reboisasi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 23:30 WIB
Langkah sementara agar longsor tak lagi terulang yakni membuat saluran air, sementara tindak lanjut yang bersifat permanan dengan reboisasi...
Antara

Kampenye Pilkada Dinilai Terkendali dan Junjung Prokes

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 23:02 WIB
Berdasarkan data, hanya delapan daerah yang melanggar aturan prokes covid-19 pada hari pertama kampanye dan 10 daerah pada hari...
ANTARA

Isu Kebangkitan PKI Pakai Indikator yang Keliru

👤Sri Utami 🕔Selasa 29 September 2020, 20:55 WIB
KAMI menyebut salah satu indikasi adanya kebangkitan komunis adalah adanya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya