Jumat 04 September 2020, 03:40 WIB

Segera Realisasikan Larangan Isolasi Mandiri

Aiw/Hld/Pra/Fer/X-7 | Megapolitan
Segera Realisasikan Larangan Isolasi Mandiri

MI/ANDRI WIDIYANTO
Ilustrasi -- Warga yang melanggar protokol kesehatan dihukum masuk peti mati di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta, kemarin.

 

RENCANANYA Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan seluruh pasien positif covid-19 untuk melakukan isolasi di rumah sakit. Pasalnya, isolasi mandiri dinilai berkontribusi menambah penularan covid-19 di klaster komunitas, permukiman.

Gubernur Anies Baswedan juga diminta segera merealisasikan rencana peniadaan isolasi mandiri tersebut untuk menekan penyebaran covid-19 di area permukiman.

Namun, rencana itu akan terlaksana dengan baik jika pemerintah daerah melakukan pendistribusian pasien secara merata karena dikhawatirkan membuat rumah sakit rujuk an covid-19 membludak, mengingat jumlahnya terbatas.

Pendapat dan masukan itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, dan anggota Fraksi NasDem Ahmad Lukman Jupiter saat dihubungi secara terpisah, di Jakarta kemarin.

“Pasien dengan gejala sedang dan ringan bisa ditempatkan di Rumah Sakit Wisma Atlet. Rumah sakit daru- rat itu juga bisa digunakan sebagai tempat isolasi,” ujar Wiku di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Selain RS Wisma Atlet, Ahmad Lukman Jupiter mengatakan Pemprov DKI Jakarta bisa memanfaatkan gedung kosong yang belum digunakan. “Seperti Gedung Rusunami yang ada di Cengkareng bisa untuk pasien positif covid-19 yang tanpa gejala dan gejala ringan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya masih menyusun regulasi perihal isolasi masyarakat yang terpapar covid-19. Regulasi itu, lanjutnya, ialah langkah pemerintah untuk meningkatkan intervensi kepada masyarakat yang terpapar covid-19.

“Langkah-langkah ke depan akan diumumkan sesudah regulasinya siap,” jawabnya.

Di tempat terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, mengatakan akan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19 secara massal di awal 2021. “Akan melibatkan 1,5 juta dokter dan perawat, termasuk dari TNI dan Polri,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan mencatat ada penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 3.622 orang sehingga totalnya menjadi 184.268. Untuk pasien sembuh menjadi 132.055 setelah ada penambahan 2.084 orang. Untuk kasus meninggal, kini menjadi 7.750 dengan penambahan 134. (Aiw/Hld/Pra/Fer/X-7)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Relawan Indonesia Bersatu Bagikan Bansos ke Warga Kepulauan Seribu

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 23:14 WIB
Meringankan beban ekonomi warga akibat dampak Covid 19, lanjut Sandiaga, merupakan tanggung jawab moral yang harus...
Antara/Galih Pradipta

Rumah OTG yang Isolasi Mandiri akan Ditempeli Stiker

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 19:26 WIB
Tujuan diberikannya penanda itu agar masyarakat dan petugas kesehatan dapat segera mengetahui apabila di dalam rumah tersebut ada warga...
Dok. Polda Metro Jaya

Tak Kunjung Ditemukan, Polisi Sebar Foto Napi WN Tiongkok

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 19:05 WIB
Cai Chang Pan kabur dari Lapas Kelas I Tangerang pada 14 September lalu. Dia berhasil kabur melalui gorong-gorong yang sudah digali selama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya