Kamis 03 September 2020, 23:02 WIB

Muncul Satu, Usai 100 Hari Thailand Nihil Kasus Baru Covid-19

Antara | Internasional
Muncul Satu, Usai 100 Hari Thailand Nihil Kasus Baru Covid-19

AFP/Mladen Antonov
Peneliti di Thailand menunjukkan kandidat vaksin covid-19.

 

Pemerintah Thailand kembali melaporkan kasus penularan covid-19 lokal pertama setelah tidak melaporkan pasien baru selama 100 hari.

Petugas menemukan pasien positif itu saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap beberapa tahanan baru. Pasien positif merupakan seorang pria yang belum lama ini dipenjara dan ia tidak punya riwayat perjalanan ke luar negeri.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/331389-thailand-siap-uji-coba-vaksin-covid-19-pada-manusia

Otoritas setempat bergerak cepat dengan mengisolasi sejumlah orang yang kontak erat dengan pasien berusia 37 tahun itu. Petugas juga melacak keberadaan pasien selama dua minggu terakhir, di antaranya termasuk tiga lokasi tempat pasien bekerja, penjara, dan ruang sidang.

Kasus baru itu akan memukul mundur Thailand yang telah menerima banyak pujian karena berhasil mengendalikan penularan covid-19. Thailand masih memberlakukan aturan ketat di perbatasan sehingga menyebabkan perekonomian, yang bergantung pada sektor wisata, terpuruk.

Namun saat ini, pemerintah telah mencabut beberapa pembatasan di dalam negeri.

Pasien positif, eks DJ di sebuah klub malam, terkonfirmasi positif, Rabu (2/9), tetapi ia tidak punya riwayat berpergian ke luar negeri atau kontak erat dengan pasien positif lainnya, kata pihak lembaga permasyarakatan.

Seluruh kasus positif covid-19 di Thailand sejak akhir Mei ditemukan pada pendatang dari luar negeri yang tengah menjalani karantina di ruang isolasi. Otoritas kesehatan setempat melaporkan 3.427 orang positif tertular covid-19 dan 58 di antaranya meninggal dunia.

Thailand jadi negara kedua di Asia Tenggara yang kembali menemukan kasus positif covid-19 setelah menjalani masa pembatasan yang cukup panjang. Sebelumnya, Vietnam mengumumkan kasus penularan lokal pertama pada akhir Juli 2020 setelah tidak melaporkan pasien baru selama 100 hari.

Kepala Divisi Pengendalian Penyakit Bangkok, Methipoj Chakametikul, mengatakan lima individu berisiko tinggi telah diketahui berada di rumah pasien positif tersebut, sementara dua sisanya pergi ke luar kota.

“Kami memerintahkan tempat kerjanya ditutup selama tiga hari untuk dibersihkan dan kami masih menyelidiki teman-teman kerjanya,” kata Methipoj.

Sejumlah pejabat justru meremehkan kemungkinan adanya gelombang kedua covid-19 dan mereka mengatakan pemeriksaan laboratorium yang lebih banyak dibutuhkan guna mengetahui apakah penularan pada pasien positif pertama itu tergolong baru.

“Kami mengidentifikasi satu kasus penularan, tetapi terkait kemungkinan adanya wabah, kami masih menyelidiki hal tersebut,” kata Direktur Jenderal Departemen Penanggulangan Penyakit, Suwanchai Wattanayingcharoen. “Jika kita saling membantu, maka kasus ini tidak akan berujung ke wabah penyakit,” kata dia. (OL-12)

Baca Juga

AFP

AS Ancam Blokir Jika Kesepakatan TikTok-Oracle Membahayakan

👤Mediainonesia.com 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 18:40 WIB
Jual-beli antara ByteDance, perusahaan induk TikTok, dengan Walmart Inc dan Oracle Corp belum menemui kesepakatan yang...
AFP/Olivier Douliery

Diduga Mata-Mata, 4.000 Pelajar Tiongkok Ditargetkan Otoritas AS

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 17:03 WIB
Gedung Putih menekankan tindakan khusus penting dilakukan untuk melindungi AS dari ancaman Tiongkok. Selain pelajar, otoritas juga...
AFP

Miskin karena Pandemi, Warga Honduras Bergerak ke AS

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 15:55 WIB
Mereka berangkat dari terminal bus di kota utara, San Pedro Sula, menuju perbatasan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya