Kamis 03 September 2020, 21:58 WIB

ASEAN Perlu Smart Farming untuk Pastikan Ketersediaan Pangan

Antara | Internasional
ASEAN Perlu Smart Farming untuk Pastikan Ketersediaan Pangan

Antara/Dhemas Reviyanto
Pengelola RPTRA Rustanti, Ahmad Sulaeman memeriksa bayam yang ditanam dengan sistem hidroponik di Rumah Susun Tanah Tinggi, Jakarta.

 

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara memerlukan lebih banyak investasi bidang teknologi pertanian atau smart farming’ karena penggunaan teknologi dapat menjadi faktor pendukung dalam memastikan keamanan dan ketersediaan pangan.

Ahli ketahanan pangan dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Dr Paul Teng, mengatakan dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan pada Kamis (3/9), revolusi pertanian pintar, dengan optimalisasi penggunaan teknologi, dapat memastikan ketersediaan pangan, terutama di negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Baca juga bagaimana cara memulainya bagi pemula: https://mediaindonesia.com/read/detail/328269-6-tips-mulai-berkebun-sayuran-di-rumah-bagi-pemula

“Kita (di ASEAN) perlu lebih banyak investasi, baik dari pemerintah maupun sektor swasta, untuk tanaman-tanaman turunan teknologi,” kata Paul dalam diskusi virtual bertajuk Memastikan Ketahanan dan Keberlanjutan Sektor Pangan dan Pertanian di ASEAN dalam konteks covid-19 yang diselenggarakan oleh Sekretariat ASEAN bersama Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Menurut dia, aplikasi teknologi di sektor pangan tidak hanya fokus pada organisme yang dimodifikasi secara genetik atau GMO. “Teknologi di sektor pangan merupakan satu keranjang berisi berbagai peralatan yang dapat membantu kita menciptakan tanaman pangan yang dapat berdaptasi dengan bencana dan iklim,” terangnya.

Selain itu, teknologi juga dapat membantu penanaman bahan pangan dalam cara-cara baru, di luar penanaman konvensional yang biasanya membutuhkan hamparan tanah di area-area pedesaan. “Contohnya seperti urban farming di kawasan laut, bahkan di atas atap, ini adalah modalitas-modalitas berkebun baru,” lanjut Paul.

Selain itu, investasi teknologi juga dapat dihubungkan dengan platform jual beli daring atau e-commerce yang telah banyak digunakan, terutama di tengah pandemi covid-19, saat ruang gerak masyarakat menjadi begitu terbatas.

“Saya rasa covid-19 telah memperlihatkan pentingnya e-commerce terutama saat kita tidak bisa pergi langsung ke supermarket atau bertemu dengan petani. Ini menunjukkan betapa pentingnya digitalisasi rantai pasokan,” ujarnya. (OL-12)

Baca Juga

Brendan Smialowski / AFP

Trump Digugat Keponakannya Terkait Penipuan Warisan

👤Antara 🕔Sabtu 26 September 2020, 18:45 WIB
Mary Trump, pada Kamis (24/9) menggugat Donald Trump dan beberapa anggota keluarganya karena menipu dirinya menyangkut warisan senilai...
Wikipedia

Memorabilia Beatles Dilelang Daring oleh Sotheby's

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 18:40 WIB
Sotheby's kembali mengadakan lelang online memorabilia Beatles pada September ini untuk menandai 50 tahun bubarnya grup band legendaris...
 Brendan SMIALOWSKI / AFP

Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal karena Leukemia

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 26 September 2020, 17:40 WIB
Brown membuat sejarah medis dan menjadi personifikasi harapan bagi puluhan juta orang yang hidup dengan virus penyebab AIDS ketika ia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya