Kamis 03 September 2020, 17:37 WIB

Wali Kota Denpasar Ajak Warga Ciptakan Ketahanan Pangan Keluarga

Ruta Suryana | Nusantara
Wali Kota Denpasar Ajak Warga Ciptakan Ketahanan Pangan Keluarga

MI/Ruta Suryana
Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama istri yang juga Ketua TP PKK Kota Denpasar, Selly saat panen hasil pekarangan.

 

Setelah melaksanakan penanaman bibit sekitar tiga minggu yang lalu, Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ny Selly Dharmawijaya Mantra melakukan panen perdana program ketahanan pangan pekarangan rumah, Kamis (3/9).  Adapun beberapa jenis sayuran yang dipanen yakni sayur hijau dan pok cay, dan juga ada tanaman tomat serta labu.

Menurut Rai Mantra, di masa pandemi covid-19 yang berdampak serius bagi perekonomian perlu dikembangkan usaha kemandirian pangan dalam skala keluarga.

"Banyak yang sudah memulai, ada yang dikenal dengan Ketahanan Pangan Karang Alit (Tapakara), sehingga selain meminimalisir biaya, juga kesehatannya lebih terjamin," ujar Rai Mantra di saat kegiatan panen tersebut.

Baca Juga: Pekarangan Pangan Lestari untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Hal senada juga disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Mantra yang mengajak seluruh elemen PKK dan masyarakat Kota Denpasar untuk mulai menanam dan menerapkan Ketahanan Pangan Keluarga. Caranya pun sangat sederhana, yakni setiap ada lahan yang kosong, dapat langsung dimanfaatkan dan ditanami aneka sayuran. Namun jika tidak, dapat menggunakan pot atau media lainnya.

Dengan inovasi seperti itu akan sangat membantu Pemkot Denpasar dan masyarakat dalam pemenuhan bahan pangan. "Meskipun tak terlalu luas, berbagai upaya dapat dilaksanakan, baik dengan menanam langsung, menggunakan hidroponik, atau dengan media pot yang hasil panennya begitu luar biasa. Dengan melakukan urban farming atau sistem pertanian perkotaan di rumah masing - masing akan memperkuat ketahanan pangan keluarga,'' ujar Selly Mantra.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk jenis tanaman sayur hijau dan pok cay dari mulai tanam sampai panen hanya memerlukan waktu 21 hari. Selain itu, perawatannya pun sangat sederhana dengan rutin penyiraman dan pemupukan.

"Jadi mari bersama-sama menciptakan ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga," ajak Ny. Selly Mantra. (RS/OL-10)

Baca Juga

Antara/Oky Lukmansyah

Buntut Acara Dangdutan, Kapolsek Tegal Selatan Dicopot

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 26 September 2020, 14:55 WIB
Divisi Propam Polri akan memeriksa mantan Kapolsek Tegal Selatan Joeharno. Keputusan itu menyusul acara dangdutan yang digelar...
MI/Gabriel Langga

Maumere Masuk Zona Merah Covid-19, Pesta Pernikahan Dibubarkan

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 26 September 2020, 14:07 WIB
Berdasarkan patroli petugas kepolisian pada Jumat (25/9) malam, ada empat pesta pernikahan yang berlangsung tanpa penerapan protokol...
MI/Martinus Solo

Kasus Covid-19 Naik, Muncul Klaster Perkantoran di Kota Sorong

👤Martinus Solo 🕔Sabtu 26 September 2020, 13:57 WIB
Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Sorong Rudy Laku mengatakan transmisi lokal terus terjadi, bahkan sudah memunculkan klaster...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya