Kamis 03 September 2020, 00:55 WIB

Trump Kutuk Kerusuhan di Kenosha

Faustinus Nua | Internasional
Trump Kutuk Kerusuhan di Kenosha

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN AS Donald Trump menyebut protes antirasisme di negaranya akhir-akhir ini sebagai bagian dari teror domestik oleh massa yang kejam.

Ini disampaikannya kemarin saat mengunjungi Kenosha, kota di daerah Wisconsin yang diguncang kerusuhan akibat penembakan oleh seorang perwira polisi kulit putih terhadap pria kulit hitam bernama Jacob Blake yang berusia 29 tahun.

Penembakan itu dilakukan di depan tiga putra Blake yang masih kecil. “Ini bukan aksi protes damai, tetapi benar-benar teror domestik,” kata Trump.

Di bawah pengamanan ketat polisi yang memblokade jalan, Trump mengunjungi toko yang dibakar oleh demonstran. Dia memberi tahu pemiliknya bahwa pemerintah akan membantu memperbaiki toko itu.

“Kami akan membantu Anda membangun kembali. Bapak-Bapak ini melakukan pekerjaan yang luar biasa,” kata Trump,  mengacu pada unit penegakan hukum yang menghentikan aksi protes.

Trump lalu mengatakan pemerintahannya telah mengalokasikan setidaknya US$47 juta untuk pembangunan kembali kota itu. Dana itu akan digunakan untuk membantu penegakan hukum Wisconsin, para pebisnis kecil, dan program keselamatan publik.

“Ini ialah wilayah yang bagus, negara bagian yang hebat. Kami akan membangun kembali Kenosha,” katanya.

Dalam lawatan menjelang pemilihan presiden itu, pengawalan ketat diterapkan mengingat pernah terjadi bentrokan antara demonstran dan para pendukung Trump.

Warga kemarin berbaris di jalan-jalan yang dibarikade dan menyaksikan iringiringan mobil Presiden. Pendukung Trump ada di satu sisi dan penentang Trump, yaitu pengunjuk rasa dari kelompok Black Lives Matter (BLM) di sisi yang lain.

Mereka saling berteriak menyuarakan pendapat. “Terima kasih Presiden karena telah menyelamatkan kota kami," ujar seorang pendukung Trump di tepi jalan. “Bukan presiden saya,” sahut pendukung BLM. 


Aksi di Los Angeles

Para pengunjuk rasa turun kemarin turun ke jalanan kota Los Angeles. Mereka memprotes tindakan polisi yang menembak seorang pria kulit hitam.

Pria bernama Dijon Kizzee, 29, itu sedang naik sepeda saat dihentikan sejumlah polisi. Kizzee lalu melarikan diri dan memukul wajah salah satu polisi yang berusaha menangkapnya. 

Penembakan lalu terjadi hingga ia tewas. “Di dalam bungkusan pakaian yang dia jatuhkan ada pistol semiotomatis,” kata Letnan Brandon Dean dari kepolisian setempat.

Deja, seorang wanita yang menyaksikan penembakan itu, mengatakan bahwa dia berteriak agar polisi tidak menembak Kizzie. Namun, para petugas tetap saja menembak korban. Ditambahkannya, dia juga tidak melihat Kizzee memegang pistol.

Bibi Kizzee, Fletcher Fair, mengatakan kepada wartawan bahwa dia yakin ras keponakannya ialah faktor penembakan itu. “Mereka (polisi) tidak membunuh ras lain kecuali kami dan ini tidak masuk akal,” katanya.

Pengacara hak sipil, Ben Crump, yang mewakili keluarga, mengatakan Kizzee ditembak lebih dari 20 kali dan mendesak para saksi untuk menghubunginya. (AFP/X-11)
 

Baca Juga

AFP/ALAIN JOCARD

Polisi Tangkap Pelaku Penikaman di Paris

👤Widhoroso 🕔Jumat 25 September 2020, 18:57 WIB
Serangan terjadi saat pengadilan Prancis sedang menyidangkan 14 terdakwa kasus terorisme pada 2015. Saat itu, kantor mingguan Charlie Hebdo...
AFP

Pesawat Militer Tiongkok Terobos Wilayah Taiwan Hingga 46 Kali

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 25 September 2020, 18:31 WIB
Tindakan provokatif itu berlangsung dalam sembilan hari terakhir. Otoritas Taiwan menilai Tongkok sengaja meningkatkan ancaman. Menyusul...
AFP

Militer Korut Tembak Warga Korsel, Kim Jong-un Minta Maaf

👤 Faustinus Nua 🕔Jumat 25 September 2020, 17:15 WIB
Dalam surat resmi kepada otoritas Korea Selatan, Kim Jong-un menyampaikan permintaan maaf atas insiden penembakan di wilayah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya