Rabu 02 September 2020, 19:49 WIB

Mensos Juliari Tekankan 2 Aspek Kunci Sukses Program Bansos Beras

mediaindonesia.com | Humaniora
 Mensos Juliari Tekankan 2 Aspek Kunci Sukses Program Bansos Beras

DOK KEMENSOS
Mensos Juliari Batubara (kanan) dan Dirut Bulog Budi Waseso meluncurkan program Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk terdampak pandemi covid-19

 

DUA aspek penting agar program Bantuan Sosial Beras (BSB) yang baru saja diluncurkannya sukses pelaksanaannya. Menteri Sosial Juliari P Batubara meluncurkan Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk menangani dampak pandemi Covid-19 dan menegaskan bahwa kualitas beras dan ketepatan penerima penting diperhatikan.

Dalam sambutannya, Mensos Juliari menyatakan, BSB merupakan implementasi arahan Presiden Joko Widodo kepada para pembantunya untuk tidak membiarkan satu pun warga negara yang terdampak bencana, tidak mendapat bantuan. “Dalam pelaksanaannya, kesuksesan program ini tergantung dari dua aspek yakni yakni kualitas beras dan ketepatan penerima. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama baik jajaran Kementerian Sosial maupun jajaran Perum Bulog,” kata Mensos Juliari di Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (2/9).

Hari ini, Rabu (2/9), Kemensos meluncurkan BSB dengan penerimanya adalah 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Jumlah bantuan sebanyak 15 kg/KPM/bulan selama 3 (tiga) bulan yakni Agustus s/d Oktober 2020. Bulan September disalurkan sebanyak 30 kg untuk alokasi bulan Agustus dan September. Kemudian sebanyak 15 kg disalurkan pada bulan Oktober 2020. Beras yang digunakan sebagai BSB dipasok oleh Perum Bulog.

Baca Juga: Kemensos Kembali Luncurkan 2 Program Baru Berskala Besar

KPM PKH ditetapkan sebagai pemenerima dengan beberapa pertimbangan. Pertama, peserta PKH merupakan keluarga miskin dan rentan terdampak pandemi Covid-19. Mereka terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di mana data tersebut telah dimutakhirkan.

Kedua, dalam keluarga peserta PKH terdapat anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas yang perlu mendapatkan perlindungan dan pemenuhan nutrisi.

Ketiga, Program PKH telah memiliki struktur SDM yang baik. Sehingga lebih memudahkan dalam proses pendampingan dan pemantauan program bansos besar.

Dan terakhir, peserta PKH bukan sasaran program Bantuan Sosial Sembako (BSS) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Baca Juga: Kemensos Prioritaskan Program Keluarga Harapan Tepat Sasaran

Selanjutnya Mensos Juliari menyatakan, BSB merupakan wujud konkret sinergitas antar kementerian dan lembaga termasuk Bulog dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Ia mengapresiasi komitmen Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso yang akan terus mengawal penyaluran bansos di lapangan dari Sabang sampai Merauke.

“Kemensos menggandeng Bulog dan transporter untuk bersama-sama memberikan baansos kepada KPM PKH bukan hanya sebagai satu sinergitas yang komplit tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara tengah-tengah masyarakat yang terdampak,” katanya.

Ia berpesan, agar jajaran Kemensos dan Perum Bulog mengantisipasi berbagai kejadian teknis di lapangan yang sudah bisa diperkirakan saat ini. Permasalahan di lapangan seringkali muncul, misalnya, ada yang mengatakan mengapa tidak dapat bantuan, sementara tetangganya dapat.

“Mungkin saja nanti ada yang bilang, tetangga saya dapat kok saya tidak. Padahal datanya sudah clean by name by address. Hal-hal ini perlu kita antisipasi sejak awal khususnya transporter dan para petugas Kementerian Sosial maupun dinas sosial, bagaimana memitigasinya, dan bagaimana membangun komunikasi yang baik,” kata Mensos.

Di lain pihak, ia juga meminta mitra yakni transporter dan jajaran dinas sosial di daerah mendukung kesuksesan program ini. “Kami mohon kerja samanya baik dengan transporter maupun dinas sosial di seluruh 514 kabupaten/kota agar program dari Presiden ini bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, pihaknya menjamin kualitas beras yang akan disalurkan untuk program BSB ini. Jaminan disampaikan setelah Bulog melakukan disposal (pemusnahan) terhadap beras berkualitas rendah. Perum Bulog juga sudah menerapkan teknologi untuk memastikan kualitas beras rice to rice. (RO/OL-10)

Baca Juga

MI/Mohamad irfan

Pengamat UGM: Evaluasi Tahapan Pilkada

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 18 September 2020, 17:15 WIB
Evaluasi yang dimaksud bukan hanya sekedar bersifat administratif, tetapi juga mengukur seberapa taat proses penyelenggaraan Pilkada...
MI/Fransisco Carolio

Efektivitas Perlindungan Masker Scuba Hanya Sampai 5%

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 18 September 2020, 17:13 WIB
Masyarakat diimbau memakai masker kain tiga lapis dengan efektivitas penyaringan partikel hingga 70%. Masker scuba dinilai tidak...
Ist

Kurangi Dampak Pandemi, Anak Yatim dan Duafa Dapat Bantuan Sembako

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 18 September 2020, 17:03 WIB
Bersamaan dengan pandemi Covid-19, bantuan sembako dari kegiatan employee voluntering tersebut diharapkan bisa mengurangi beban ana-anak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya