Rabu 02 September 2020, 15:15 WIB

Korupsi Pembangunan UIN Sumut Berawal dari Proposal Rektor

Yoseph Pencawan | Nusantara
Korupsi Pembangunan UIN Sumut Berawal dari Proposal Rektor

dok.mi
ilustrasi korupsi

 

KEPOLISIAN telah menetapkan tiga tersangka kasus korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu di Universitas Negeri Islam (UIN) Sumatera Utara. Salah satu tersangkanya adalah Rektor UIN, Prof. Dr. SDR

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, selain Rektor, dua tersangka lain adalah Drs. SS, M.A. (Pejabat Pembuat Komitmen) dan J S, SE (Direktur PT Multi Karya Bisnis Perkasa/ MKBP).

"Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara BPKP Perwakilan Sumut Nomor: R-64 / PW02/5.1/2020, tanggal 14 Agustus 2020 sebesar Rp10.350.091.337,98," ungkap Kombes Tatan, Rabu (2/9).

Mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu TA 2018 yang terletak di Kampus II, dengan nilai pembangunan sebesar Rp44.973.352.460,93.

Dalam pengusutan kasus ini, penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut juga telah mengamankan berbagai barang bukti. Berupa dokumen kontrak dan dokumen pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU Medan TA. 2018 serta dokumen–dokumen pelaksanaan pencairan anggaran.

Kemudian dokumen laporan hasil pemeriksaan audit fisik oleh tim ahli dari ITS Surabaya, serta LHP PKKN BPKP Perwakilan Sumut.

Kasus rasuah ini berawal pada Juli 2017, ketika Rektor memerintahkan Kabag Perencanaan dan Keuangan untuk membuat proposal pengajuan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu.

Proposal diajukan ke Kementerian Agama dengan surat Rektor bernomor: B.305/Un.11.R2/B.II.b/KS.02/07/ 2017, tanggal 4 Juli 2017, dengan jumlah anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp49.999.514.721,00.

Proposal itu kemudian disetujui dan Kementerian Agama mengalokasikan anggaran senilai Rp50 miliar

Meski seluruh biaya pembangunan sudah dibayar ke PT MKBP selaku kontraktor, tetapi hingga kini bangunan tidak selesai dikerjakan dan tidak dapat digunakan sebagaimana fungsinya.

"Pembangunan gedung itu diduga mangkrak, tidak selesai sampai saat ini, sehingga ditangani Tipikor Polda Sumut," kata Kombes Tatan.(OL-13)

Baca Juga: Jawa Tengah Nihil Zone Hijau Covid-19

Baca Juga

ANTARA/Bayu Pratama S

Sebanyak 84% Penderita Covid -19 di Kalsel Sembuh

👤Denny Susanto 🕔Minggu 20 September 2020, 11:14 WIB
Penderita sembuh terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah...
MI/Hery Susetyo

Kapolda Jatim Tinjau Operasi Yustisi di Daerah Rawan Covid-19

👤Hery Susetyo 🕔Minggu 20 September 2020, 10:50 WIB
Peninjauan operasi yustisi tersebut dilakukan di Jalan Tambak Sari di depan Stadion 10 November Surabaya dan kawasan Jembatan...
Ist

Sambut Para Wisatawan, NTT Tingkatkan Protokol CHSE

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 September 2020, 10:39 WIB
Kedisiplinan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat menjadi salah satu dasar bagi keberlangsungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya