Rabu 02 September 2020, 10:42 WIB

Klaster Baru Muncul, DPRD DKI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

Hilda Julaika | Megapolitan
Klaster Baru Muncul, DPRD DKI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

MI/ANDRI WIDIYANTO
Seorang warga berswafoto di depan Simbol Peringatan Covid-19 di Taman Tongtek, Jatinegara, Jakarta.

 

KETUA Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin menyampaikan keprihatinannya dengan timbulnya klaster baru covid-19 karena libur panjang.

Klaster itu terjadi sekitar 16-22 Agustus 2020 lalu. Masyarakat dinilainya masih belum mampu menahan diri untuk tidak berwisata. Namun, saat berwisata justru mengabaikan protokol kesehatan.

“Ketika beraktivitas wisata, mengunjungi tempat hiburan atau tempat-tempat makan, mengabaikan protokol kesehatan. Kami sangat prihatin, seharusnya ini tidak perlu terjadi,” katanya melalui keterangan resmi, Rabu (2/9).

Baca juga: Klaster Komunitas Juga Muncul di Jakarta

Menurutnya, hal itu terjadi karena masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah dan berwisata ini sangat minim pengawasan. Alhasil masyarakat cenderung tidak mematuhi penerapan 3 M, yaitu menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

Arifin melanjutkan, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan semua pemangku kepentingan harus berkolaborasi untuk secara masif dan terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M.

“Di samping itu, pengawasan juga harus diperketat, termasuk penegakan sanksi bagi yang melanggar agar menimbulkan efek jera,” tegas Arifin.

“Kami juga mengapresiasi simbolisasi peti mati yang diletakan di sudut kota, agar masyarakat tambah aware tidak lagi memandang remeh wabah yang masih belum berakhir ini,” imbuhnya.

Sebagai informasi, jumlah kasus harian di Jakarta pada 30 Agustus memecahkan rekor dengan tembus 1.000 kasus atau tepatnya 1.114 kasus baru positif covid-19.

Dari jumlah tersebut, 385 kasus merupakan akumulasi data dari 7 hari sebelumnya dan diduga terpapar pada saat libur panjang 16-22 Agustus.

Peningkatan kasus ini pula yang menyebabkan positivity rate di Jakarta dalam seminggu terakhir mencapai 9,7%. Angka itu masih lebih tinggi dari angka standar positivity rate WHO yang tidak lebih dari 5%. (OL-1)

Baca Juga

MI/BRIYANBODO HENDRO

Disnaker Tutup Sementara 37 Perusahaan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 19 September 2020, 13:04 WIB
Selama lima hari Disnakertrans DKI Jakarta telah menutup 37 perusahaan karena memiliki karyawan terpapar...
MI/Susanto

Tak Gunakan Masker, Puluhan Warga Jakarta Disanksi Kerja Sosial

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 19 September 2020, 12:36 WIB
Puluhan pelanggar PSBB di Kelurahan Karet Tengsin Jakarta Pusat menerima sanksi kerja sosial selama 60 menit.  Mereka terjaring...
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Belum Ada Hotel di Depok Bersedia Jadi Tempat Isolasi

👤Kisar Rajagukguk 🕔Sabtu 19 September 2020, 11:58 WIB
Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok menyatakan hingga saat ini belum ada hotel bintang dua maupun tiga yang bersedia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya