Rabu 02 September 2020, 03:45 WIB

Penguatan Daya Beli Hindari Jebakan Deflasi

Mir/Des/Ins/X-3 | Ekonomi
Penguatan Daya Beli Hindari Jebakan Deflasi

BPS/Tim Riset MI-NRC
Perkembangan Inflasi 2020

 

SEMUA bantuan uang yang di gelontorkan pemerintah kepada masyarakat diharapkan dapat mengatrol daya beli mereka yang sudah lebih empat bulan terpuruk karena terdampak pandemi.

Demikian pembahasan yang mengemuka dalam rapat kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta, kemarin.

“Ke depan, pemerintah terus mengupayakan peningkatan daya beli masyarakat. Pemerintah juga mengantisipasi adanya tekanan kepada harga komoditas yang memengaruhi inflasi. Pasokan pangan juga dijaga sehingga harganya tetap stabil,” kata Sri Mulyani.

Menkeu mengemukakan hal itu saat menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait deflasi sebesar 0,5% pada Agustus. Inilah kali kedua di tahun ini setelah Juli lalu Indonesia didera defl asi 0,10% (lihat grafik).

Deflasi ialah keadaan yang menunjukkan penurunan harga suatu barang atau jasa dalam kurun waktu relatif singkat.

“Banyak faktor pemicu deflasi, tidak hanya karena permintaan masyarakat yang menurun. Tetapi secara menyeluruh inflasi 2020 diperkirakan di bawah 2,5%,” lanjut Menkeu.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini inflasi tahun ini berada di kisaran 1,3%. “BPS melaporkan terjadi deflasi pada Agustus. Kami meyakini inflasi akhir tahun di bawah batas bawah sasaran, yakni di bawah 2%.”

Terpisah, pengamat ekonomi Piter Abdullah menuturkan rendahnya inflasi atau deflasi selama Juli-Agustus merupakan akibat dari menurunnya permintaan atau konsumsi masyarakat.

“Di saat pandemi ini permintaan turun lebih dipicu oleh anjloknya daya beli masyarakat bawah. Di sisi lain, masyarakat menengah atas lebih menunda konsumsi,” ujar Piter.

Gelontoran bantuan pendanaan kepada masyarakat, menurut Piter, tidak serta-merta mengembalikan konsumsi ke level normal. “Selama pandemi, masyarakat menengah atas menahan konsumsi. Ini tidak terelak kan. Karena itu, penanganan covid-19 menjadi kunci penting untuk mengembalikan keadaan.”

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan tren pelemahan daya beli masyarakat menjadi pangkal soal terjadinya deflasi selama dua bulan berturut-turut. “Pandemi telah menekan pendapatan masyarakat dan mengurangi permintaan akan barang konsumsi.”

Kendati demikian, BPS mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Agustus mengalami kenaikan 0,56% secara bulanan menjadi 100,65.

“NTP tanaman pangan pada Agustus 2020 naik 0,45%. Kenapa bisa naik? Salah satu penyebabnya ialah kenaikan pada harga gabah dan kacang tanah,” tandas Suhariyanto dalam jumpa pers daring, kemarin. (Mir/Des/Ins/X-3)

Baca Juga

Antara/Raisan Al Fairisi

UKM Didorong Manfaatkan Peluang Ekspor ke Pasar Eropa

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 22 September 2020, 21:32 WIB
“Untuk meningkatkan nilai ekspor UKM ke Eropa diperlukan kerja sama dari berbagai pihak agar UKM tidak hanya sekadar dapat bertahan...
Antara/Prasetia Fauzani

UMKM Perlu Jadi Prioritas dalam Penanganan Dampak Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 22 September 2020, 21:29 WIB
UMKM yang menyumbangkan lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia harus jadi prioritas penanganan ekonomi di masa...
DOK KEMENTAN

Mentan Tanam Jagung dan Siapkan Food Estate di Sumba Tengah, NTT

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 September 2020, 21:21 WIB
Saat ini, beberapa sentra penghasil jagung sudah mencapai target produktivitas sekitar 8-9 ton/ha, walaupun rata-rata produktivitas jagung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya