Selasa 01 September 2020, 22:45 WIB

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Wali Kota Depok Ditutup Sepekan

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Kantor Wali Kota Depok Ditutup Sepekan

AFP/Lizabeth Menzies
Morfologi virus korona

 

GEDUNG Balai Kota Depok dikepung virus korona atau Covid-19. Menyebarnya virus korona di Gedung Balai Kota, markas Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dan Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono terpaksa ditutup.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono mengatakan, ada seorang office boy atau OB yang bertugas melayani pegawai negeri sipil (PNS) di Gedung Balai Kota terpapar Covid-19, Senin (31/8).

Baca juga: Anies: Peti Mati Covid-19 Dorongan Agar Masyarakat Tertib

Guna mencegah berjangkitnya virus Covid-19, maka Gedung Balai Kota, tempat Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, Asisten Kota, Bagian Umum, Staf Ahli Kota, Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di-lockdown untuk sementara.

"Gedung Balai Kota ditutup selama 7 hari sejak 1 September sampai 7 September 2020, " kata Hardiono dihubungi, Selasa (1/9).

Untuk sementara ini, kata dia, rapat-rapat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) atau rapat khusus, yang biasa digelar di Gedung Balai Kota sementara waktu dihentikan.

"Dengan terpaparnya OB oleh virus covid-19, saya tak masuk kantor. Tugas-tugas pemerintahan, semuanya dikendalikan dari rumah, " ujar Hardiono.

Hardiono mengaku semua perkantoran di lingkungan Balai Kota Depok telah tewakili oleh kasus covid-19.

Contoh, Gedung Balai Kota, Gedung Dinas, Badan, Lembaga dan Kantor (Dibaleka), Sekretariat Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kota Depok, pegawainya banyak yang terjangkit virus covid-19.

Di lingkungan Kantor PKK Kota Depok ibu Wali Kota Depok Elly Farida kena Covid-19 dan kini diisolasi di rumah sakit.

Kemudian, dua pejabat Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok terpapar juga.

"Begitu juga pegawai Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kota Depok ada yang diisolasi di rumah sakit, " ucapnya.

Hardiono menyentil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok. Karena tak melockdown seluruh perkantoran dilingkungan Balai Kota.

Tak cuma itu, Hardiono juga mengkritik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok. Karena hanya memberikan waktu lockdown Balai Kota dan Dibaleka 7 hari.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota, Depok, imbuh Hardiono, seharusnya tidak sungkan-sungkan menyontek Kantor Gubernur Jawa Barat. Kantor yang terkena virus Covid-19 disana beberapa waktu lalu ditutup total 14 hari sehingga tidak dijangkiti lagi virus covid-19.

"Usulan saya kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam hal ini Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, harus tutup semua kantor dilingkup Balai Kota. Jangan membuat kebijakan setengah-setengah," pungkas dokter gigi Hardiono.

Diperoleh data dari situs depok.go.id jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 hari Senin (31/8) telah mencapai 2.210 orang atau bertambah 58 orang dari hari Minggu (30/8) sebanyak 2.152 orang.

Adapun kasus orang tanpa gejala (OTG) telah mencapai 4.048 orang atau bertambah 64 orang dari hari Minggu (30/8) sebanyak 3.984 orang.

Disusul pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 11 orang dari 1.680 orang menjadi 1.691 orang

Baca juga: RS Makin Penuh, DKI Targetkan Tambahan Ribuan Tenaga Medis

Sementara kasus orang dalam pemantauan (ODP) bertambah 1 orang dari 4.638 orang menjadi 4.639 orang.

Begitu pula kasus orang meninggal karena covid-19 bertambah 1 orang dari tadinya hanya 76 orang menjadi 77 orang. (OL-6)
 

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Musim Hujan, Daya Tampung Waduk dan Sungai di DKI Ditingkatkan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 27 September 2020, 23:14 WIB
"Sampai dengan Desember ini kami akan menaikkan kapasitas sungai dan saluran kurang lebih...
MI/Bary Fathahilah

PSBB Diperpanjang, Transjakarta Tetap Jalan Sampai Pukul 19.00

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 27 September 2020, 21:44 WIB
Layanan Transjakarta  tidak akan mengalami perubahan kendati adanya pengumuman dari Gubernur DKI Anies Baswedan terkait PSBB di...
MI/Ramdani

Jakarta Berpotensi Hujan Lebat 3 Hari Ke Depan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 27 September 2020, 11:57 WIB
BMKG memprediksikan dalam periode tiga hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya