Selasa 01 September 2020, 18:45 WIB

KTP-E Harus Langsung Cetak, tidak Ada Lagi Suket

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
KTP-E Harus Langsung Cetak, tidak Ada Lagi Suket

MI/SUSANTO
irektur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh

 

SELAMA masa pandemi corona virus disease 2019 (covid-19), perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) meningkat. Meski demikian, Direktur Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan blangko untuk KTP-E mencukupi.

Zudan mengatakan berdasarkan permintaan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kemendagri meminta tambahan blangko ke Kementerian Keuangan sebanyak 25 juta keping dan sudah dipenuhi seluruhnya. Adapun jumlah blangko yang sudah terdistribusi lebih dari 16 juta keping.

Zudan meminta dinas-dinas dukcapil langsung mencetak KTP-E milik warga yang sudah melakukan perekaman dan siap cetak atau print ready record (PRR).

"Jadi tidak boleh lagi masyarakat diberi suket (surat keterangan sebagai bukti sudah melakukan perekaman data KTP-E) dengan alasan kekurangan blangko. Saat ini persediaan blangko KTP-E cukup. Makanya saya menargetkan  September 2020 seluruh PRR dan suket harus habis dicetak menjadi KTP-E," tegas Zudan.

Berdasarkan data perekaman KTP-E yang masuk ke Data Center Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kemendagri, pada masa awal pandemi covid-19, Maret 2020, total perekaman tercatat sejumlah 419.881 penduduk.

Pada April 2020 seiring adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), total perekaman KTP-E yang masuk turun signifikan menjadi 83.792 penduduk. Demikian juga dengan Mei, kurva total perekaman kembali naik sedikit menjadi 123.600 penduduk.

Kemudian pada Juni, jumlah perekaman tercatat melonjak drastis di Data Center Ditjen Dukcapil Kemendagri sejumlah 886.672 penduduk. Selanjutnya pada Juli jumlah perekaman sedikit turun menjadi 763.589 penduduk

"Total perekaman selama Maret sampai dengan Juli total perekaman KTP-E berjumlah 2.277.534 penduduk," imbuh Zudan.

Setelah selesai dicetak, terang Zudan, tugas dinas dukcapil mengumumkan kepada warga melalui berbagai moda media agar mereka mesti mengambil KTP-E. "Lebih bagus lagi diantar langsung sampai ke rumah-rumah warga masyarakat," ujarnya. (P-2)

Baca Juga

ANTARA/ANGGIA P

Tersangka Kasus Surat Jalan sudah P21

👤Ykb/Cah/P-1 🕔Selasa 29 September 2020, 06:13 WIB
Adapun tersangka dalam kasus dugaan suap penghapusan red notice ialah Tommy Sumardi dan Joko Tjandra sebagai pemberi suap. Lalu, Brigjen...
Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Giliran Advokat Dikorek soal Kasus Suap Nurhadi

👤Cah/P-1 🕔Selasa 29 September 2020, 06:05 WIB
Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto lewat menantunya, Rezky Herbiyono....
 MI/Susanto

Dua Kubu di KPK Dinilai Wajar

👤Cah/P-1 🕔Selasa 29 September 2020, 05:56 WIB
Yang penting kan keputusan soal pengunduran diri ini sama sekali tidak memengaruhi sistem dan kebijakan penegakan hukum dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya