Selasa 01 September 2020, 16:46 WIB

Covid-19 Dengan Daya Infeksi Tinggi Ditemukan di DIY dan Jateng

Ardi Teristi Hardi | Humaniora
Covid-19 Dengan Daya Infeksi Tinggi Ditemukan di DIY dan Jateng

AFP/Lizabeth Mendez
Morfologi virus covid-19

 

POKJA Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dan tim telah berhasil mengidentifikasi Whole Genome Sequencing (WGS) empat isolat dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, dan telah dipublikasikan di GISAID. Tiga di antaranya mengandung mutasi D614G.

"Saat ini, mutasi D614G pada virus SARS-CoV-2 yang mempunyai daya infeksius 10x lebih tinggi telah tersebar hampir di seluruh pelosok dunia, yaitu 77.5% dari total 92.090 isolat mengandung mutasi D614G," ungkap Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, dr. Gunadi, SpBA., PhD, Selasa (1/9).

Di Indonesia sendiri sudah dilaporkan sebanyak 9 dari 24 isolat yang dipublikasi di GISAID mengandung mutasi D614G. Bahkan, sepertiganya terdeteksi di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sampai hari ini, jumlah populasi yang terinfeksi covid-19 di seluruh dunia sebesar 25.590.934 kasus dengan angka kematian sebesar 853.415 kasus. Di Indonesia, sejak diumumkannya pasien pertama covid-19 pada Maret 2020, per tanggal 31 Agustus 2020 terdapat 174.796 kasus covid-19 (urutan 23 terbanyak di dunia) dengan 7.417 pasien meninggal.

baca juga: Satgas Covid-19 Lakukan Testing Cepat untuk Tekan Kematian

Namun, sayangnya data WGS SARS-CoV-2 dari Indonesia yang dipublikasi di GISAID sangat minimal yaitu 24 full-genomes dibandingkan 92.090 full-genomes dari seluruh dunia (1 September 2020). Padahal, data WGS sangat penting untuk mengetahui epidemiologi (persebaran) virus, termasuk jenis mutasi (clade) nya di masyarakat dan hubungannya dengan derajat keparahan pasien covid-19. Data WGS juga sangat penting untuk engembangan vaksin dan/atau terapi Covid-19 di masa yang akan datang, khususnya di Indonesia.

"Data WGS dari isolat Indonesia merupakan suatu keharusan dan bentuk kemandirian jati diri bangsa Indonesia," kata dia.

Dokter Gunadi juga menambahkan, data dari Indonesia ini masih jauh dari ideal dibandingkan data dunia. Data itu kurang ideal untuk kepentingan data persebaran virus di populasi (epidemiologi) ataupun pengembangan vaksin  dan/atau terapi cpvod-19 di dunia, khususnya di Indonesia.

"Dengan fakta terdeteksinya virus SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G di Indonesia tersebut, sudah seharusnya semua pihak lebih disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti cuci tangan, menggunakan masker, hindari kerumunan, dan lain sebagainya," pungkas dia. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio

KPAI: Banyak Anak Alami Kekerasan Fisik dan Psikis Saat Pandemi

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Sabtu 26 September 2020, 16:16 WIB
Berdasarkan survei KPAI, kekerasan fisik dan psikis dilakukan anggota keluarga terdekat, seperti ayah atau ibu, kakek atau nenek, hingga...
Ist/Thinkstock

Cegah Penuaan Dini dan Kanker Kulit, Wajib Pakai Sunscreen

👤Eni Kartinah 🕔Sabtu 26 September 2020, 15:35 WIB
Jadi, ketika kulit terkena zat polutan, misal dari udara, ditambah dengan UV, efek kerusakan yang ditimbulkan polutan itu makin...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Bima Arya Sarankan Medsos Distancing bagi Pasien Covid-19

👤Anggitondi Martaon 🕔Sabtu 26 September 2020, 13:46 WIB
Dia menjelaskan, medsos menimbulkan stres. Dia mengibaratkan sosmed sebagai ikon monster raksasa yang tidak baik untuk psikis seseorang,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya