Selasa 01 September 2020, 15:47 WIB

Akhiri Presidensi DK PBB, Indonesia Hasilkan Empat Resolusi

Faustinus Nua | Internasional
Akhiri Presidensi DK PBB, Indonesia Hasilkan Empat Resolusi

AFP/Stephane Lemouton
Ruang pertemuan para pemimpin dunia di Dewan Keamanan PBB.

 

INDONESIA telah menyelesaikan tugas sebagai Presiden Dewan Keamanan (DK) PBB selama Agustus 2020.

Di bawah Presidensi Indonesia, DK PBB melaksanakan 50 kegiatan, baik dalam format virtual maupun pertemuan secara langsung. Itu termasuk mengesahkan empat resolusi perdamaian dunia.

Hingga hari terakhir, yakni 31 Agustus 2020, Presidensi Indonesia telah memimpin 12 pertemuan terbuka, 12 pertemuan tertutup, 5 agenda tambahan dan 12 pertemuan Badan Subsider DK PBB. Di samping itu, DK PBB juga menghasilkan 4 resolusi dan 3 Pernyataan Pers.

Baca juga: Indonesia Desak Israel Batalkan Rencana Aneksasi Palestina

Presidensi Indonesia juga menyelenggarakan tiga signature events. Adapun Menteri Luar Negeri RI memimpin dua pertemuan High-Level Open Debate prakarsa Indonesia. Itu mengenai pembangunan perdamaian dalam masa pandemic, serta keterkaitan antara terorisme dan kejahatan terorganisir.  Selain itu, diselenggarakan pertemuan Arria Formula mengenai serangan siber terhadap infrastruktur vital.

"Di bawah Presidensi Indonesia, DK PBB telah mengesahkan empat resolusi. Rinciannya, resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Libanon (UNIFIL), resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Somalia (UNSOM), resolusi perpanjangan rezim sanksi di Mali dan resolusi tentang personel penjaga perdamaian perempuan yang diprakarsai Indonesia," bunyi keterangan resmi Kementerian Luat Negeri RI, Selasa (1/9).

Resolusi DK PBB mengenai personel penjaga perdamaian perempuan merupakan resolusi pertama dalam sejarah diplomasi Indonesia di DK PBB. Dalam hal ini, disponsori 97 negara anggota PBB, termasuk seluruh negara anggota DK PBB. 

Baca juga: Jadi Presiden DK PBB Lagi, Indonesia Siapkan Program Kerja

Satu resolusi usulan Indonesia mengenai penanggulangan terorisme juga mendapat dukungan 14 negara anggota DK PBB. Namun, tidak dapat disahkan karena veto dari satu negara. Seluruh negara anggota DK PBB menyesalkan penggunaan veto terhadap resolusi tersebut.

Tidak hanya pertemuan formal DK PBB, Indonesia juga memprakarsai dan memimpin berbagai pertemuan penting lainnya.  Indonesia memimpin breakfast meeting dan Sofa Talks dengan para Duta Besar DK PBB di Kantor Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, pertemuan dengan Sekjen PBB, briefing kepada anggota PBB di awal dan akhir Presidensi, serta briefing kepada LSM dan media yang khusus meliput mengenai PBB.

Selama memegang presidensi, Indonesia berupaya memainkan peran sebagai jembatan (bridge builder), memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia di tengah pandemi covid-19 dan menjaga prinsip hukum internasional.(OL-11)

Baca Juga

AFP/ALAIN JOCARD

Polisi Tangkap Pelaku Penikaman di Paris

👤Widhoroso 🕔Jumat 25 September 2020, 18:57 WIB
Serangan terjadi saat pengadilan Prancis sedang menyidangkan 14 terdakwa kasus terorisme pada 2015. Saat itu, kantor mingguan Charlie Hebdo...
AFP

Pesawat Militer Tiongkok Terobos Wilayah Taiwan Hingga 46 Kali

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 25 September 2020, 18:31 WIB
Tindakan provokatif itu berlangsung dalam sembilan hari terakhir. Otoritas Taiwan menilai Tongkok sengaja meningkatkan ancaman. Menyusul...
AFP

Militer Korut Tembak Warga Korsel, Kim Jong-un Minta Maaf

👤 Faustinus Nua 🕔Jumat 25 September 2020, 17:15 WIB
Dalam surat resmi kepada otoritas Korea Selatan, Kim Jong-un menyampaikan permintaan maaf atas insiden penembakan di wilayah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya