Selasa 01 September 2020, 13:40 WIB

Raja Salman Pecat Dua Pangeran karena Korupsi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Raja Salman Pecat Dua Pangeran karena Korupsi

AFP/BANDAR AL-JALOUD
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz

 

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz memecat dua bangsawan dan menyerahkan keduanya bersama dengan empat perwira militer lainnya ke penyelidikan korupsi di Kementerian Pertahanan. Langkah itu terungkap dalam sebuah dekrit kerajaan yang dikeluarkan, Selasa (1/9) pagi, dan diberitakan oleh media pemerintah.

Pengumuman tersebut menandai tindakan keras terbaru pemerintah terhadap hal yang menurut para pejabat adalah korupsi endemik di kerajaan.

Dalam keputusan disebutkan Pangeran Fahd bin Turki bin Abdulaziz Al Saud akan dicopot sebagai komandan pasukan gabungan dalam pertempuran koalisi pimpinan Saudi di Yaman. Begitu juga dengan putranya, Pangeran Abdulaziz bin Fahd. Dia diberhentikan dari jabatannya sebagai wakil gubernur wilayah Al Jouf.

"Keputusan itu didasarkan pada surat perintah Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) kepada komite antikorupsi untuk menyelidiki transaksi keuangan yang mencurigakan di Kementerian Pertahanan," bunyi keputusan tersebut.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh SPA, Yousef bin Rakan bin Hindi Al Otaibi, Mohammed bin Abdulkarim bin Mohammad Al Hassan, Faisal bin Abdulrahman bin Mohammed Al Ajlan, dan Mohammed bin Ali bin Mohammed Al Khalifah dirujuk ke penyelidikan.

Otoritas Kontrol dan Anti-Korupsi (Nazaha) harus menyelesaikan prosedur investigasi dengan semua pejabat militer dan sipil yang relevan. Lalu, mereka harus mengambil tindakan hukum yang diperlukan terhadap mereka dan menyerahkan hasilnya.

Baca juga: Masuk Semester Baru, Sekolah di Inggris Dibuka Kembali

MBS, pangeran muda dan penguasa de facto, telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai pilar reformasinya.

Pada Maret, pihak berwenang menangkap hampir 300 pejabat pemerintah, termasuk militer dan petugas keamanan atas tuduhan penyuapan dan eksploitasi jabatan publik.

Sebelum menjadi komandan pasukan gabungan dalam koalisi, Pangeran Fahd adalah komandan Angkatan Darat Kerajaan Saudi, unit pasukan terjun payung, dan pasukan khusus, menurut harian Saudi Arab News. Ayahnya adalah mantan wakil menteri pertahanan.

Dekrit itu mengatakan putra mahkota menunjuk Letnan Jenderal Mutlaq bin Salem bin Mutlaq Al Azima untuk menggantikan Pangeran Fahd.

Koalisi melakukan intervensi di Yaman pada 2015 melawan pemberontak Houthi yang berpihak pada Iran yang menggulingkan pemerintah yang didukung Saudi dari kekuasaan di Sanaa. (Khaleej Times/Al Jazeera/OL-14)

 

Baca Juga

AFP

Joe Biden Lontarkan Insyaallah saat Tanggapi Debat Trump

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 23:04 WIB
Pada saat debat Presiden Amerika Serikat (AS) berlangsung Selasa (29/9) malam, kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden terdengar...
James Gilbert / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP

Susi Pudjiastuti akan Berbagi Cerita dengan Mike Tyson

👤Media Indonesia 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 21:10 WIB
"Untuk saya pribadi ini suatu kebanggaan dan surprise luar biasa diberi kesempatan mewawancarai Mike Tyson," kata...
AFP

AS Ancam Blokir Jika Kesepakatan TikTok-Oracle Membahayakan

👤Mediainonesia.com 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 18:40 WIB
Jual-beli antara ByteDance, perusahaan induk TikTok, dengan Walmart Inc dan Oracle Corp belum menemui kesepakatan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya