Selasa 01 September 2020, 11:29 WIB

Seorang Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Urug Ditutup

Kristiadi | Nusantara
Seorang Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Urug Ditutup

ANTARA
Ilustrasi - Petugas medis

 

SEORANG tenaga medis dari Puskesmas Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, berjenis kelamin perempuan berusia 55 tahun, warga Kecamatan Purbaratu, dijemput gugus tugas setelah hasil swab terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan seorang tenaga medis tersebut adalah sebagai bidan yang bekerja di Puskesmas Urug, Kawalu. Namun, sebelum terkonfirmasi positif memang memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah dan setelah pulang mulai terasa mengalami gejala seperti batuk, demam, hingga sakit tenggorokan.

Baca juga: Frekuensi Penerbangan Bertambah, Konsumsi Avtur Sumbagsel Naik

"Sebelum masuk ruang isolasi khusus di RSUD dr Soekardjo, pasien tersebut telah melakukan perjalanan ke zona merah, dan setelah pulang ke rumah badannya mulai terasa sakit hingga memeriksakan diri secara mandiri melalui uji usap (swab ) dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19," katanya, Selasa (1/9).

Uus mengatakan, ditemukannya salah seorang tenaga medis yang bekerja Puskesmas Urug untuk layanan kepada masyarakat sementara ditutup selama 3 hari. Karena, akan dilakukan penyeterikan ruangan dan medical check up kepada para petugas yang telah berhubungan dengan pasien tetapi sekarang ini tetap masih menunggu hasil swab kedua.

"Layanan Puskesmas Urug sekarang sudah ditutup bagi warga yang akan memeriksakan diri selama tiga hari guna memutus mata rantai Covid-19. Akan tetapi, jajaran gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 juga akan melakukan tracing (pelacakan terhadap yang pernah kontak erat dengan pasien tersebut," ujarnya.

Baca juga: Riau Tambah Empat Kasus Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Menurutnya, penyebaran virus korona selama ini memang terus terjadi dan bagi warga juga tetap harus mematuhi peraturan pemerintah terutama memakai masker saat keluar rumah dan protokol kesehatan tetap diperhatikannya. Namun, sekarang ini memang sebagian warga masih ada yang tak peduli dengan kesehatan dirinya meskipun wabah tersebut sampai saat ini belum teratasi.

"Kami meminta agar masyarakat harus tetap memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan. Karena, penyebaran virus korona yang terjadi saat ini memang tidak bisa diprediksi dan jika masih ada warga tetap mengabaikan protokol kesehatan artinya mereka tidak lagi peduli terhadap diri dan keluarga," paparnya. 

Baca Juga

MI/Cikwan Suwandi

NasDem Ajak Milenial Nobar E-Workshop ABN II

👤Cikwan Suwandi 🕔Rabu 30 September 2020, 12:58 WIB
Untuk memperkuat partisipasi Pilkada 2020, DPD Partai NasDem Karawang, Jawa Barat ajak kader milineal nonton bareng (nobar) E-Workshop...
MI/Martinus Solo

Swasta Bantu Eliminasi Malaria di Kabupaten Sorong

👤Martinus Solo 🕔Rabu 30 September 2020, 12:40 WIB
Untuk mewujudkan program eliminasi malaria di Papua Barat pada 2023, Pemkab Sorong dibantu swasta meningkatkan upaya pengendalian malaria...
MI/Rendy Ferdiansyah

Pembangunan Infrastruktur Cegah Banjir Jadi Prioritas

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 30 September 2020, 12:34 WIB
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan meminta agar pembangunan kolong bisa disegerakan untuk mencegah banjir yang kerap terjadi di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya