Selasa 01 September 2020, 07:52 WIB

Tersangka Korupsi Bunuh Diri di Toilet Kejati Bali

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Tersangka Korupsi Bunuh Diri di Toilet Kejati Bali

Medcom
Ilustrasi

 

TRI Nugraha, tersangka dugaan gratifikasi kepada pegawai negeri pada Kantor Pertanahan Kota Denpasar dan Bandung bunuh diri. Dia bunuh diri dengan menembak dada bagian kiri pada pada Senin (31/8) malam.

"Dia bunuh diri di toilet kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono melalui keterangan tertulis, Selasa (1/9).

Hari menjelaskan, awalnya, tersangka Tri Nugraha memenuhi panggilan Jaksa Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaaan Tinggi Bali untuk dimintai keterangan sebagai tersangka pada pukul 10.00 WITA.

Dia datang bersama penasihat hukum dan diterima Jaksa Penyidik Anang Suhartono beserta tim penyidik.

"Kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka," ujar Hari.

Setelah pemeriksaan selesai, tim jaksa penyidik menahan tersangka di rumah tahanan Negara (Rutan) demi kelancaran dan efektifitas pemeriksaan. Kemudian, untuk mempertimbangkan penyidikan berlangsung objektif maupun subjektif.

Lalu, sekitar pukul 12.00 WITA, tersangka meminta izin kepada penyidik untuk salat. Setelah ditunggu-tunggu, tersangka tidak kunjung datang kembali ke Kantor Kejaksaan Tinggi Bali.

Penyidik melakukan pencarian ke musala terdekat. Namun, tersangka tidak ditemukan. Tim Penyidik melakukan konsolidasi dan sepakat melakukan penangkapan dengan menyiapkan surat perintah penangkapan.

Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WITA, tersangka Tri Nugraha ditemukan di rumahnya dan kemudian dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Bali guna ditahan.

Setibanya di Kejati Bali, tim penyidik melakukan rapid test dan hasilnya nonreaktif terhadap virus covid-19.

Selain rapid test, penyidik juga melakukan pemeriksaan kesehatan. Saat menunggu kedatangan dokter, tersangka Tri Nugraha melaksanakan salat magrib di ruang Kepala Seksi Penuntutan dilanjutkan dengan berbuka puasa.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan pukul 19.30 WITA. Kemudian, saat hendak dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan tersangka meminta izin ke toilet dan meminta kepada pengacaranya untuk mengambil tas kecil yang disimpan di loker.

Baca juga: 12 Saksi telah Diperiksa dalam Kasus Jaksa Pinangki

"Setelah tas tersebut diserahkan kepada tersangka, tersangka masuk ke toilet. Sekitar dua menit berlalu, dari dalam toilet terdengar bunyi ledakan sebanyak satu kali dan setelah dilakukan pendobrakan pada pintu toilet diketahui tersangka terluka di bagian dada sebelah kiri dan ditemukan senjata api di dekat tubuh tersangka," papar Hari.

Tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bros. Namun, tersangka Tri Nugraha tidak tertolong dan meninggal dunia.

Hari menyebut, atas insiden tersebut, Jaksa Agung Burhanuddin memerintahkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI untuk melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang terkait dalam insiden itu. Guna memastikan tidak adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali dalam melaksanakan tugas dan fungsi saat menangani perkara. (OL-1)

Baca Juga

DOK. POLRI

Polri: Belum Ada Pelaporan UI Soal Dugaan Fitnah Politikus PKS

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 23 September 2020, 13:02 WIB
Almuzzammil sendiri dilaporkan karena dianggap telah melakukan fitnah, pembunuhan karakter, dan kebohongan publik terkait pendidikan seks...
Dok Setwapres RI

Wapres: Pemahaman Kebangsaan di Tubuh NU Relatif Matang

👤 Indriyani Astuti 🕔Rabu 23 September 2020, 12:43 WIB
Wapres memaparkan tantangan-tantangan yang kemungkinan akan dihadapi NU mulai dari penguasaan teknologi, ekonomi, hingga...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Jaksa Pinangki Didakwa Terima Suap US$500 Ribu dan Pencucian Uang

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 23 September 2020, 12:33 WIB
Uang suap yang diterima Pinangki, imbuh jaksa, ditujukan untuk mengurus fatwa MA agar pidana Joko Tjandra terkait perkara pengalihan hak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya