Selasa 01 September 2020, 03:35 WIB

Permendag No 68/2020 Tekan Impor Konsumsi

Hilda Julaika | Ekonomi
Permendag No 68/2020 Tekan Impor Konsumsi

MI/Susanto
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

 

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 68 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik, dan Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga. Permendag itu diterbitkan untuk menekan impor barang konsumsi.

“Pada Mei-Juni 2020 terjadi kenaikan impor barang konsumsi sebesar 50,64% dengan produk berupa tank, makanan dan minuman, alas kaki, elektronik, dan sebagainya. Bahkan, terdapat beberapa barang yang nilai pertumbuhannya di atas 70%. Untuk itu, Kemendag perlu melakukan pengaturan impor terhadap barang-barang tersebut,” jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melalui keterangan resmi, kemarin.

Dalam permendag tersebut, terdapat tiga jenis kelompok barang yang diatur tata niaganya dengan jumlah total pos tarif/HS sebanyak 11 HS. Untuk kelompok alas kaki, yang diatur dalam permendag itu ialah alas kaki dengan sol dari karet dengan pos tarif/HS 6404.11.10, 6404.11.20, 6404.11.90, 6404.19.00, dan 6404.20.00.

Untuk elektronik, yang diatur ialah mesin pengatur suhu udara dengan pos tarif/HS 8415.10.10 dan 8415.10.90. Kemudian, untuk sepeda roda dua dan roda tiga, yang diatur ialah pos tarif/ HS 8712.00.10, 8712.00.20, 8712.00.30, dan 8712.00.90.

Saat ini, komoditas alas kaki dan elektronik diatur dalam Permendag Nomor 87 Tahun 2015 jo Permendag Nomor 28 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu yang dalam peraturan tersebut hanya mewajibkan laporan surveyor (LS) dan mekanisme pemeriksaan dokumen impor dilakukan setelah melewati kawasan pabean (post-border). Sebaliknya, untuk komoditas sepeda, sebelumnya tidak diatur tata niaga impornya.

“Dengan Permendag Nomor 68 Tahun 2020 ini, para pelaku usaha wajib memiliki persetujuan impor (PI) dan LS untuk pemenuhan persyaratan impor komoditas tersebut. Selain itu, mekanisme pengawasan yang dilakukan juga berubah, yang semula dilakukan di luar kawasan pabean (post-border) kini dilakukan di kawasan pabean (border),” imbuh Mendag. (Hld/E-3)

Baca Juga

Ist

Tambah O-Ranger, Pos Indonesia Makin Kuat Garap Bisnis Kiriman 

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 21 September 2020, 07:30 WIB
Pos Indonesia meluncurkan layanan kurir real time Q9 Plus. Sebuah layanan kiriman yang menawarkan pengantaran maksimal 3 jam di dalam...
ANTARA FOTO/HO/Amin/

Bank DKI Raih 3 Marketeers Award

👤 (Des/E-1) 🕔Senin 21 September 2020, 05:55 WIB
BANK DKI mendapatkan tiga penghargaan dalam ajang BUMD Marketeers Awards 2020 yang diselenggarakan Mark Plus...
MI/RAMDANI

Berjuang Sekuat Tenaga demi Terhindar dari Resesi

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 21 September 2020, 05:22 WIB
Covid-19 menjadi tantangan nyata bagi seluruh pemangku kepentingan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, pandemi telah berlangsung selama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya