Selasa 01 September 2020, 04:45 WIB

Registrasi Obat Tradisional Meningkat

(Aiw/H-1 | Humaniora
Registrasi Obat Tradisional Meningkat

ANTARA FOTO/Jojon/foc.
MAHASISWA TELITI BAHAN ALAM UNTUK OBAT

 

KONSUMSI obat tradisional/herbal di masyarakat semakin meningkat selama masa pandemi covid-19. Hal ini disebabkan belum ditemukannya obat covid-19 sehingga masyarakat
menggunakan alternatif mengonsumsi imunomodulator guna meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terpapar virus korona.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Maya Gustina Andarini mengungkapkan
selama masa pandemi covid-19, pihaknya telah melakukan percepatan di bidang obat tradisional, salah satunya dengan memprioritaskan registrasi bagi produk-produk
untuk daya tahan tubuh.

“Imunomodulator ini penting karena covid-19, kan, belum ada obatnya. Satu-satunya cara untuk menanggulanginya ialah dengan menjaga daya tahan tubuh, menyiapkan
tubuh supaya daya imunnya meningkat,” ujar Maya dalam diskusi virtual, kemarin.

Dalam beberapa bulan terakhir, registrasi untuk obat tradisional yang masuk ke Badan POM meningkat tajam jika dibandingkan dengan tahun lalu dalam kurun waktu
yang sama. “Obat tradisional (registrasi) meningkat sekitar 55%, kemudian suplemen kesehatan meningkat 236%.

Semua orang mencari vitamin dan mineral karena itu memang bahan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI Abdi Wira Septama mengatakan beberapa ekstrak tumbuhan obat, termasuk Zingiber officinale (jahe merah),
secara in vitro mampu memodulasi aktivitas sel-sel imun sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi imunomodulator.

“Jahe merah secara tradisional bisa digunakan mengobati berbagai penyakit, termasuk infeksi dan antiinflamasi.

Jahe merah juga berpotensi mengatur sistem imunitas alami sehingga dapat dikembangkan jadi produk fi tofarmaka,” terangnya.

Pemanfaatan tanaman herbal juga dilakukan Universitas Udayana, Bali, yang mengembangkan produksi olahan teh bernama Seger Oger Corona Tea (SOC Tea)
yang diklaim berfungsi menjaga daya tahan tubuh atau sistem imun selama masa pandemi covid-19.

“SOC Tea adalah teh yang berasal dari daun kelor dan daun ubi merah. Secara tradisional, kedua daun itu telah dimanfaatkan sebagai bahan dasar teh yang berfungsi menjaga
daya tahan tubuh,” kata dosen F-MIPA Universitas Udayana I Made Agus Gelgel Wirasuta. (Aiw/H-1

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Kemenhub Tegaskan Aturan Pesepeda bukan Aturan Asal-Asalan

👤Selamat Saragih 🕔Selasa 29 September 2020, 07:49 WIB
Permen yang ditandatangani Menteri Perhububungan Budi Karya Sumadi itu dimaksudkan sebagai pelindung, tidak hanya bagi pengguna sepeda,...
ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Rabies Masih Jadi Ancaman di Indonesia

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 29 September 2020, 07:03 WIB
Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 8 provinsi yang bebas rabies sementara 26 provinsi lainnya masih endemik...
Dok. Kementerian Kominfo

Dua Jurnalis Senior Metro TV Raih Satya Lencana Wira Karya

👤 (Medcom.id/H-2) 🕔Selasa 29 September 2020, 06:05 WIB
DUA jurnalis senior Metro TV, Andy F Noya dan Desi Fitriani, diganjar anugerah Satyalencana Wira...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya