Selasa 01 September 2020, 05:01 WIB

Evaluasi Protokol Tenaga Medis

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Evaluasi Protokol Tenaga Medis

IDI/Satuan Tugas Penanganan Covid-19/Kemenkes/Tim Riset MI-NRC
Jumlah Dokter yang Wafat karena Covid-19 Berdasarkan Provinsi

 

SEBANYAK seratus dokter, hingga kemarin, dikonfirmasi telah meninggal akibat terjangkit covid-19. Gugurnya ratusan dokter itu mengindikasikan covid-19 telah menjadi tantangan yang kian berat dan harus dimitigasi dengan baik.

Pemerintah pun didesak agar menjamin perlindungan bagi tenaga medis yang bersinggungan langsung dengan pasien covid-19 serta mengevaluasi standar kebijakan protokol keamanan dan penanganan covid-19, khususnya bagi para petugas medis.

“Saya melihat pemerintah harus mengevaluasi treatment atau perlakukan kepada dokter, terutama mereka harus dilindungi ketika bertugas,” cetus anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Bentuk perlindungan itu mencakup alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan berstandar Badan Kesehatan Dunia (WHO), alat kesehatan yang memadai dan merata di seluruh Indonesia dari pusat sampai daerah.

Selain pemenuhan kebutuhan APD, pemerintah juga didorong agar memperhatikan kondisi kebugaran tenaga medis. Hal itu meliputi jam kerja para dokter yang menangani covid-19 yang perlu dievaluasi agar tidak melebihi batas kerja normal karena hal itu akan mengurangi ketahanan atau imunitas.

“Pemerintah juga perlu mem-perhatikan gizi dan vitamin untuk mereka, segera mencairkan insentif kesehatan yang sudah dijanjikan, termasuk santunan bagi keluarga yang ditinggalkan senilai Rp300 juta rupiah sesuai yang dianggarkan pe-merintah,” kata Saleh.

Ketua Umum Pengurus Pusat Per-satuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhillah meminta otoritas setempat atau pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) memprioritaskan keselamatan tenaga medis sebab mereka dihadapkan pada kondisi sangat berisiko terpapar covid-19.

Duka sejawat

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan, sejak pandemi covid-19 melanda, sedikitnya 100 dokter di seluruh Tanah Air meninggal akibat terinfeksi covid-19.

“IDI mencatat dokter yang me-ninggal dunia dengan covid-19 sudah genap 100 orang,” kata Humas IDI, Halik Malik, saat dimintai keterangannya, kemarin.

Dalam kaitan itu, Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya 100 orang rekan sejawat dalam upaya penanganan covid-19 di Tanah Air. “Sejawat dokter yang gugur dalam penanganan covid-19 sudah mencapai 100. Demikian juga petugas kesehatan lainnya yang gugur juga bertambah,” kata Daeng dalam keterangannya, kemarin.

Saat merespons gugurnya 100 dokter itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Prof Kadir, kemarin, menyatakan Kementerian Kesehatan melakukan sejumlah upaya guna mengurangi angka kematian tenaga medis.

Hal itu mencakup pembatasan jam kerja untuk mengurangi kelelahan petugas, memastikan kecukupan APD sesuai standar, meningkatan mutu pelayanan dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit, dan meningkatkan screeningpengujung fasyankes.

Sementara itu, jumlah kasus positif covid-19, hingga kemarin, dilaporkan telah mencapai 174.796 pasien. Dari jumlah itu, 125.959 pasien dinyatakan sembuh dan 7.417 meninggal.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pun mempertanyakan langkah nyata pemerintah dalam penanganan covid-19 karena beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan kasus signifikan hingga tembus 3.000 kasus positif pada akhir pekan lalu.

“Lonjakan kasus positif covid-19 ini seharusnya direspons dengan langkah segera. Kalau beberapa waktu lalu sejumlah pejabat memperkenalkan mekanisme gas dan rem dalam membatasi pergerakan orang, saya kira saat inilah waktunya pemerintah menginjak rem agar meminimalkan pergerakan orang,” kata Lestari, kemarin. (Fer/RO/X-6

Baca Juga

Antara

Kebijakan Keadilan Restoratif Diapresiasi

👤Dhk/Cah/P-1 🕔Jumat 25 September 2020, 05:58 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan awalnya ragu sebelum mengeluarkan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tersebut karena tidak ingin...
ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A

Ketua KPK Minta Maaf Langgar Kode Etik

👤Dhk/P-1 🕔Jumat 25 September 2020, 05:40 WIB
Dalam putusannya, majelis etik Dewas KPK menjatuhi sanksi ringan berupa teguran tertulis 2 dan mewajibkan Firli tak mengulangi kesalahannya...
MI/Adam Dwi

Positif Covid-19, Benny Tjokro Batal Jalani Tuntutan

👤Tri/Ant/P-2 🕔Jumat 25 September 2020, 05:34 WIB
Tidak hanya Benny, terdakwa lain, yakni Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat juga dinyatakan positif covid-19 sehingga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya