Selasa 01 September 2020, 05:45 WIB

Membantu Milenial Miliki Rumah Pertama

Gana Buana | Ekonomi
Membantu Milenial Miliki Rumah Pertama

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Petugas menjelaskan calon pembeli tentang salah satu perumahan yang ditawarkan dalam salah satu pameran properti di Jakarta.

 

ASOSIASI Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) berharap perbankan memberikan sedikit kelonggaran atau relaksasi kepada calon pembeli rumah dari generasi milenial. Ini dilakukan untuk mempermudah para milenial memiliki rumah pertama.

Ketua Umum Asprumnas, Muhammad Syawali, menyampaikan bahwa adanya kelonggaran atau relaksasi dari perbankan memungkinkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantu atau memfasilitasi hal tersebut. Mengingat banyak generasi milenial ingin memiliki rumah, tapi terhalang syarat dan ketentuan.

“Kami berharap dari perbankan, syarat dan ketentuan yang berlaku bagi calon pembeli rumah dari kalangan milenial agak dilonggarkan atau ada sedikit relaksasi,” kata Syawali dalam seminar daring di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, dalam iklim perekonomian di masa pandemi covid-19 saat ini, peran sektor properti dan perumah­an dinilai sangat penting. Kontribusi bidang properti dengan 177 industri turunannya sangat menopang perekonomian nasional.

Ketua DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan pihaknya sudah mengajukan saran relaksasi di segala sektor properti. Akan tetapi, tidak semudah itu mengingat banyaknya pertimbangan. “Kami sudah mengajukan usulan kepada pemerintah, bahkan secara umum ada lima permohonan yang kami ajukan,” kata dia.

Secara umum, biasanya kesulitan yang dihadapi para milenial di masa pandemi ialah proses permohonan kredit dilakukan sebelum masa pandemi. Namun, proses persetujuan keluar baru-baru ini. Di sisi lain, tak sedikit milenial yang kehilangan pekerjaan di masa pandemi sehingga banyak yang kesulitan melanjutkan proses jual-beli properti.

“Mau dialihkan ke end user lain yang saat ini sudah booking kaveling juga tidak rela. Itu yang kira-kira harus jadi pertimbangan adanya relaksasi perbankan bagi milenial,” jelas dia.

Berdasarkan data yang diperoleh Bank Tabungan Negara (BTN), segmen milenial dengan usia di bawah 35 tahun mendominasi realisasi penyaluran rumah bersubsidi. Sejak 2012, sudah ada sekitar 120 ribu unit rumah bersubsidi disalurkan. Mayoritas penyaluran kredit didominasi oleh para milenial.

Sharia Business Division Head Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN, Alex Sofjan Noor, mengatakan, dalam periode 2012 hingga Juni 2020, 75% penyaluran dari total realisasi UUS BTN berasal dari generasi milenial yakni sebesar 92.747 unit. “Kalau saya melihat, segmen portofolio milenial di sini ialah 75% daripada total portofolio kita,” ujarnya.

Dengan demikian, ini menjadi suatu harapan besar bagaimana mengubah pola pikir generasi milenial yang cenderung lebih mengutamakan gaya hidup. Selain itu, menurut dia, dalam kondisi pandemi covid-19 ini, penyaluran FLPP masih tumbuh sekitar 7%. Bahkan untuk penya­luran KPR rumah nonsubsidi tumbuh 12% di masa pandemi.

Konsep TOD

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menyampaikan bahwa pembangunan perumahan dengan konsep transit oriented deve­lopment (TOD) menjadi salah satu agenda khusus untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal generasi milenial.

“Sehubungan dengan hal itu, kami telah menerapkan beberapa upaya, antara lain pembangunan perumahan di lokasi strategis berkonsep TOD,” ujar Wakil Menteri PU-Pera, John Wempi Wetipo.
Menurut dia, konsep TOD yang berada di lokasi strategis cocok dengan karakteristik generasi milenial yang ingin serbacepat dan mudah dalam mengakses transportasi. Generasi milenial juga memiliki kecenderungan menempati tempat tinggal dengan cara menyewa.

Untuk itu, pihaknya juga telah membuat desain rumah susun sesuai dengan karakteristik generasi ini. Ada tiga kelompok milenial yang dipetakan, yaitu milenial awal, berkembang, dan maju. “Milenial awal yakni usia 20-25 tahun dengan desain rumah susun tipe 24. Milenial berkembang, usia 25-35 tahun, dengan desain rumah susun dan tapak tipe 36. Milenial maju, 35 tahun, dengan tipe 45,” jelas dia. (Ant/S-2)

Baca Juga

MI/Tosiani

Bisnis Kuliner Indonesia Berpeluang di Afrika

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 29 September 2020, 06:52 WIB
Di benua dengan 55 negara dan penduduk 1,3 miliar jiwa, terdapat hanya empat restoran...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Belanja APBN-APBD Sasar Produk UMKM

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 29 September 2020, 06:50 WIB
Pemerintah telah menyiapkan Rp695,2 triliun dalam program Penanganan Covid-19 dan PEN, Rp123,46 triliun di antaranya dibelanjakan untuk...
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

68 Cekungan Migas Segera Dieksplorasi

👤Ins/E-3 🕔Selasa 29 September 2020, 06:40 WIB
“Kita punya 128 cekungan (migas). Masih ada 68 cekung­an lagi belum dieksplorasi untuk mengurangi ketergantungan impor kita ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya