Senin 31 Agustus 2020, 21:50 WIB

Batik Air Diduga Langgar Protokol Kesehatan, Menhub: Suka Khilaf

Antara | Ekonomi
Batik Air Diduga Langgar Protokol Kesehatan, Menhub: Suka Khilaf

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Pesawat milik maskapai Batik Air

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi bakal menegur maskapai Batik Air karena dinilai melanggar protokol kesehatan dalam mengoperasikan penerbangan di masa pandemi COVID-19.

"Batik nanti akan kita tegur karena memang kadang-kadang di tengah COVID-19 orang suka khilaf," kata Menhub saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, hari ini.

Ia mengakui bahwa maskapai yang bernanung dalam Lion Air Group itu tidak sekali dinilai melanggar protokol kesehatan penerbangan. "Cuma, ini khilafnya terus-terusan lagi, sekali lagi akan kita tegur," katanya.

Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan salah satu Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Athari Gauhti Ardi yang mana pihaknya menadapatkan laporan dugaan pelanggaran tersebut.

"Saya dapat laporan banyak dari rekan-rekan sesama anggota dan komisi bahwa di salah satu penerbangan ada yang tidak menerapkan protokol COVID-19," katanya.

Athari menilai bahwa Kemenhub sebagai regulator harus memperhatikan pelaksaan prosedur protokol kesehatan di lapangan.

"Protokol yang dibuat bagus, tapi pelaksanaan yang di bawah perlu diperhatikan. Anggota kami naik pesawat Batik Air dari Jakarta ke Makassar. Yang harusnya kapasitasnya 70 persen, tapi 100 persen. Tidak diterapkan physical distancing sama sekali," katanya.

Dia mengatakan kejadian tersebut ironis karena kasus terinfeksi COVID-19 semakin meningkat. "Kita tahu COVID-19 ini kasusnya sedang meningkat dan sangat mengkhawtirkan, kami mohon dilakukan teguran. Kami tahu pemulihan ekonomi penting, tapi jangan sampai rakyat kami yang menerima akibatnya. Pak Menhub harus disoroti harus ada physical distancing di pesawat dan protokol-protokol lainnya," katanya.

Sebelumnya, Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro membenarkan adanya dua penerbangan yang tingkat keterisiannya melebihi kapasitas 70 persen. "Benar,' ujarnya.

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diwajibkan bagi seluruh angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri sesuai dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi berdasarkan karakteristik penumpang maksimal 70 persen kapasitas angkut.(OL-4)

Baca Juga

Antara/Reno Esnir

E-Ticketing Bus, Menhub Ingin Moda Transportasi Aman dari Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 28 September 2020, 19:36 WIB
"Dengan menggunakan sistem E-ticketing dan aplikasi lacak trans, kita harapkan dapat mengurangi risiko tertular covid-19," ujar...
DOK Sinar Mas Land

Sinar Mas Land Luncurkan Rumah Tiga Fungsi di Grand Wisata

👤RO 🕔Senin 28 September 2020, 18:38 WIB
Tidak berhenti melakukan inovasi, Sinar Mas Land melalui Grand Wisata Bekasi memperkenalkan Garden...
Antara/Akbar Nugroho Gumay

Masyarakat Cenderung Simpan Duit ketimbang Ambil Kredit

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 28 September 2020, 13:50 WIB
BI melihat ada tiga faktor penyebab pertumbuhan kredit...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya