Senin 31 Agustus 2020, 18:00 WIB

Amnesty Internasional: Usut Tuntas Aparat di Makassar dan Sorong

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Amnesty Internasional: Usut Tuntas Aparat di Makassar dan Sorong

Dok.MI
Ilustrasi

 

DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menuturkan, pihaknya mendesak polisi agar segera mengungkap kasus dugaan penembakan oleh aparat Kepolisian Makassar terhadap tiga pemuda serta dugaan penganiayaan terhadap George Karel Rumbino di Sorong, Papua Barat.

“Dua kasus ini kembali menunjukkan kesewenang-wenangan polisi dalam menggunakan kekuasaannya dan senjata api dalam melakukan proses hukum," ujar Usman, Senin (31/8).

Menurut Usman, senjata api seharusnya digunakan untuk keadaan genting dan tidak boleh digunakan, kecuali mutlak diperlukan dan tak bisa dihindari lagi demi melindungi nyawa seseorang.

"Jika hanya ingin melerai aksi pengeroyokan warga, seperti yang terjadi di Makassar, atau memberi peringatan, seperti yang terjadi di Sorong, itu sudah di luar proporsi. Jika sudah sampai merampas hak hidup, maka ini adalah pelanggaran HAM berat," paparnya.

Usman pun mendesak pihak kepolisian harus melakukan investigasi secara menyeluruh, efektif, dan independen dan mengusut tuntas kasus di Makassar dan Sorong.

"Proses hukum juga harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, jangan ada yang ditutup-tutupi dan direkayasa. Keluarga para korban berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai ada impunitas hukum seperti yang selama ini terjadi," tegasnya.

Pasalnya, selama ini, Usman menyebut aparat negara, baik dari kepolisian maupun TNI, yang melakukan tindak kriminal terhadap masyarakat sipil, sangat jarang melewati proses peradilan yang adil.

"Pelaku harus mendapatkan hukuman pidana yang adil, bukan hanya sanksi disiplin institusional," terang Usman.

Terpisah, musisi Edo Kondologit murka atas meninggalnya saudara iparnya, George Karel Rumbino alias Riko, setelah kurang dari 24 jam berada di Polres Sorong, Papua Barat.

Menurut Edo, Riko diserahkan keluarganya ke Polres Sorong karena keluarganya menduga ia terlibat dalam perampokan dan pembunuhan terhadap seorang tetangga perempuan yang ditemukan meninggal pada 26 Agustus 2020.

Dugaan tersebut muncul setelah pihak keluarga menemunkan ponsel dan charger milik korban di bawah tempat tidur Riko. Keluarga juga menduga Riko berada di bawah pengaruh minuman keras dan narkoba. Ia kemudian diserahkan ke Polres Sorong pada 27 Agustus 2020. Namun keesokan harinya pihak Polres mengatakan Riko telah meninggal dunia.

Edo menduga iparnya tersebut dipukuli dan dianiaya di dalam Polres, kemudian ditembak di bagian kaki saat hendak menyelamatkan diri. Sementara Polres Sorong justru menyatakan korban diduga dianiaya tahanan lain hingga tewas.

Dugaan kekerasan oleh aparat kepolisian juga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Warga di jalan Boru dan Barukang 1, kelurahan Pattinggalloang, mendengar tembakan gas air mata di area pemukiman padat penduduk, pada (30/8).

Saat kejadian, petugas polisi melepaskan tembakan mereka ke kaki kiri AM (19). Warga menemukan AM terjatuh dalam kondisi penuh darah. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari yang berada di jalan Barukang 3. Dari keterangan warga dan rekaman CCTV, polisi melepaskan puluhan peluru ke Jalan Barukang 3.

Warga meminta polisi menghentikan tembakan mereka. Selama penembakan tersebut, seorang pemuda dengan inisial IB (23) tertembak di kaki bagian kanan.

Adapun Kepolisian Makassar tidak menyangkal penembakan yang dilakukan anggotanya terhadap para korban. Mereka menyatakan petugas mengeluarkan tembakan dalam keadaan yang mendesak. Kasus ini sedang didalami oleh divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). (OL-4)

Baca Juga

MI/M IRFAN

Permohonan Pengujian tentang Penanganan Covid-19 Dicabut

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 29 September 2020, 05:49 WIB
Alasan pemohon mencabutnya dilakukan setelah kuasa hukum mencermati nasihat hakim panel terkait dugaan perbedaan tanda tangan penerima...
MI/WIBOWO SANGKALA

Pendekar Banten Ajak Jaga Konstitusi dan Kedamaian

👤WB/Ant/P-2 🕔Selasa 29 September 2020, 05:32 WIB
Para pendekar siap berhadapan dengan siapa pun yang mencoba-coba mengganggu konstitusi negara. Mereka juga mengajak semua elemen masyarakat...
 Medcom.id

RUU Ciptaker Capai Progres Signifikan

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 29 September 2020, 05:25 WIB
DPR mengatakan semua fraksi dan elemen mendukung kesepakatan dalam klaster ketenagakerjaan yang akhirnya bisa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya