Senin 31 Agustus 2020, 16:27 WIB

Operasi Lima Tahun, Klinik Aborsi Raup Rp800 juta

Tri Subarkah | Megapolitan
Operasi Lima Tahun, Klinik Aborsi Raup Rp800 juta

Ilustrasi
Klinik aborsi

 

SUBDIT Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menemukan fakta baru dalam kasus pengungkapan klinik aborsi ilegal di Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat. Berdasarkan hasil pendalaman terhadap tersangka bernama Jainatun, 51, klinik tersebut telah meraup untung Rp800 juta lebih selama beroperasi.

"Dia lah yang menyimpan keuangan daripada hasil aborsi ini. Total yang kita temukan sekitar Rp881.500.000 dari rekening yang bersangkutan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/8).

Menurut Yusri itu baru terungkap dari hasil pendalaman oleh penyidik dan ini masih dilakukan pendalaman lagi.

Yusri menambahkan, angka tersebut didapat selama klinik itu beroperasi dalam lima tahun. Jainatun sendiri, katanya, berperan melakukan negosiasi dan menentukan harga pasien dalam menggugurkan janinnya.

"Dia mengaku inilah hasil yang dia simpan melalui rekeningnya, selama kegiatan aborsi di klinik tersebut," ujar Yusri.

Baca juga : Tiga Korban Serangan Mapolsek Ciracas Dipindah ke RSPAD

Jainatun mendirikan klinik itu bersama dr Sarsanto WS, Sp.OG yang juga telah ditangkap sebelumnya. Dalam sehari, klinik tersebut rata-rata melakukan lima kali praktik aborsi. Biaya yang dipatok untuk menggugurkan kandungan di sana bervariasi, tergantung usia kandungan. Misal, usia kandungan enam sampai tujuh minggu berkisar Rp1,5 - 2 juta. Sedangkan usia kandungan 15 sampai 20 minggu dipatok Rp7 - 9 juta.

Praktik aborsi ilegal tersebut terbongkar dari kasus pembunuhan berencana terhadap bos roti warga negara Taiwan, Hsu Ming Hu, 52. Pembunuhan itu diotaki oleh asisten pribadi Hsu berinisial SS, 37, yang sakit hati lantaran tak dinikahi setelah Hsu menghamilinya.

SS menggugurkan kandungan hasil persetubuhannya dengan Hsu pada tahun 2018. Pihak kepolisian lantas mengembangkan kasus pengungguran yang dilakukan SS. Hasilnya, sebanyak 17 orang orang ditangkap di klinik tersebut pada 3 Agustus lalu.

Dari barang bukti berupa buku catatan yang disita, polisi mendapati sejak tanggal 2 Januari 2019 sampai dengan 10 April 2020, klinik itu telah melakukan praktik aborsi terhadap 2.683 pasien. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Aprillio Akbar

DPRD DKI Sebut Masih Ada Petugas belum Jadi Contoh Prokes

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 20 September 2020, 11:58 WIB
Kepatuhan pada protokol kesehatan akan memberikan kontribusi besar pada penekanan penyebaran kasus covid-19 di...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

Operasi Yustisi Selama PSBB, 30.384 Pelanggar Kena Sanksi

👤 Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 20 September 2020, 11:07 WIB
Sanksi tersebut diberikan sejak operasi yustisi digelar pada Senin (14/9) hingga Minggu...
AFP/ADEK BERRY

Rekor, 44 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di Pondok Ranggon

👤Kisar Rajaguguk 🕔Minggu 20 September 2020, 10:11 WIB
Angka itu merupakan yang tertinggi sejak TPU ini ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI sebagai tempat pemakaman khusus covid-19 pada 2 Maret...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya