Senin 31 Agustus 2020, 15:17 WIB

Nelayan di Pulau Parumaan NTT Mulai Bergairah Melaut

Gabriel Langga | Nusantara
Nelayan di Pulau Parumaan NTT Mulai Bergairah Melaut

MI/Palce Amalo
ilustrasi perahu nelayan

 

SEJAK dilanda covid-19, harga berbagai komoditas menjadi anjlok karena masyarakat selaku konsumen lebih memilih menahan diri untuk berbelanja.

Namun begitu dimulai pemberlakukan new normal, masyarakat di Pulau Parumaan, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan mulai bahagia dan bergairah melaut. Sebab, saat ini, harga ikan mulai normal.

Salah satu nelayan pulau Parumaan sekaligus pengepul ikan, Yoomi, saat ditemui Media Indonesia, Senin (31/8), mengungkapkan, harga ikan di pasaran sudah mulai normal. Biasanya, usai menangkap ikan, nelayan langsung menjual kepadanya. Selanjutnya, ikan yang dikumpulkan dari nelayan itu langsung dijual kembali ke pasaran atau dijual ke rumah makan yang ada di Maumere.

"Dalam satu hari, saya beli ikan dari nelayan itu sekitar 50 kilogram. Dengan harga bervariasi yakni 20-50 ribu per kilogram. Harga juga tergantung dari jenis ikan. Tetapi lumayan karena nelayan di sini sudah banyak yang mencari ikan. Hal ini dibuktikan dengan banyak nelayan yang menjual ikan," ungkap Yoomi.

Ia menyampaikan, ketika ada covid-19, banyak nelayan yang menjual ikan kepadanya. Namun, saat dijual ke pasaran dan pembeli sepi, dirinya enggan membeli ikan sehingga banyak nelayan yang jarang melaut.

"Saat ini stok ikan sudah stabil. Harga juga mulai normal di pasaran. Sekarang nelayan mulai mencari ikan. Pokok sudah bagus harga ikan di pasaran. Saya biasa jual ikan di pasaran itu ada yang sudah dikeringkan dan juga ada yang ikan basah," ujarnya.

Baca juga: Aktivitas Nelayan Aceh Terhenti

Dirinya mengaku, nelayan tak hanya menjual ikan kepadanya, ada juga yang langsung menjual ke pasar.

Sementara itu, Kepala Desa Parumaan Mudir mengatakan seluruh warga di Pulau Parumaan berpofresi sebagai nelayan. Di era new normal, kata dia, nelayan di Parumaan optimistis kembali bangkit dengan mulai melakukan aktivitas mencari ikan.

Mudir menyampaikan, rata-rata nelayan disini biasa melakukan penangkapan ikan secara tradisional dengan cara dipanah. Hasilnya, langsung mereka jual kepada pengepul ikan atau langsung ke pasar.

"Dalam sehari itu, rata-rata 500-600 kilogram ikan hasil tangkapan dengan cara panah. Biasanya yang dipanah itu ikan dasar. Saat ini mulai normal. Mereka sudah kembali beraktivitas seperti biasanya," tutur Mudir.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Ahmad Subaidi

Naikkan Harga, Dua Pedagang LPG di Kalsel Ditangkap Polisi

👤Denny Susanto 🕔Minggu 20 September 2020, 12:05 WIB
Tersangka terbukti menjual gas 3 kilogram yang tengah mengalami kelangkaan tersebut di luar ketentuan HET dengan harga mencapai Rp30 ribu...
MI/Martinus Solo

Pertamina Bantu UMKM Terdampak Covid-19 di Sorong

👤Martinus Solo 🕔Minggu 20 September 2020, 11:44 WIB
Program kemitraan merupakan salah satu bentuk kepedulian Pertamina, dalam mendorong UMKM yang ingin mengembangkan...
ANTARA/Bayu Pratama S

Sebanyak 84% Penderita Covid -19 di Kalsel Sembuh

👤Denny Susanto 🕔Minggu 20 September 2020, 11:14 WIB
Penderita sembuh terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya