Senin 31 Agustus 2020, 13:25 WIB

Solusi Kesehatan untuk Mata saat Beraktivitas

Wisnu Arto Subari | Humaniora
Solusi Kesehatan untuk Mata saat Beraktivitas

Dok.Optik Tunggal
Penting memperhatikan kesehatan mata kita.

 

PANDEMI covid-19 masih menghantui dunia, termasuk Indonesia yang jumlah kasus hariannya masih belum juga menurun. Walau beberapa perkantoran sudah mulai beroperasi, tapi work from home masih menjadi pilihan terbaik untuk menghindari penyebaran virus mematikan itu.

Persoalannya adalah perubahan kebiasaan kerja di rumah dan kantor membuat mata harus beradaptasi dengan cepat. Itu sebabnya Optik Tunggal dan ZEISS meluncurkan lensa terbaru, ZEISS Smartlife Lenses.  

Baca juga: Hati-hati, Mata Kemerahan Bisa Jadi Pertanda Infeksi Covid-19

Studi ZEISS terbaru menunjukkan bahwa rutin beraktivitas dengan perangkat digital secara signifikan mengubah cara manusia menggerakkan mata. Terlebih lagi mata tidak pernah berhenti bekerja, kecuali saat tidur. Manusia pada umumnya mengubah pandangan mereka tiga kali per detik dengan gerakan mata yang cepat dan bertarget, yang dikenal sebagai Saccades. Arah pandangan mata tergantung pada objek yang sedang diminati, dan tentu saja juga pada kegiatan sehari-hari, baik itu percakapan, jalan-jalan di dalam kota atau aktivitas fisik yang terfokus.  

Menurut Chairman of Optik Tunggal Alexander Kurniawan, ZEISS menerjemahkan tiga kebutuhan konsumen itu menjadi solusi lengkap, di antaranya gaya hidup yang terkoneksi. “Anda adalah bagian dari komunitas digital yang mempunyai gaya hidup yang selalu terhubung dan mobile, seperti mendengarkan podcast melalui handphone, lalu lanjut dengan melihat jendela-jendela toko di jalan maupun mobil yang bergerak. Untuk alasan itu, lensa kacamata modern harus kompatibel dengan gaya hidup Anda saat bepergian, yang terus-menerus beralih antara dunia online dan offline,” ujarnya.

Kebutuhan lain yaitu perilaku visual yang dinamis. Sebuah studi oleh ZEISS Vision Science Lab di Tubingen, Jerman, menunjukkan bahwa menggunakan smartphone menyebabkan anda melihat jauh lebih banyak daripada sebelumnya - tanpa menggerakkan kepala ke bawah. Yang berarti Anda melihat melalui bagian bawah lensa jauh lebih banyak daripada sebelumnya (dibandingkan dengan situasi tanpa smartphone).

Yang ketiga, kebutuhan visual yang terkait dengan usia. Kebutuhan visual seseorang bisa berubah seiring bertambahnya usia. Mulai dari kebutuhan dasar untuk bisa melihat dengan jelas benda-benda di jarak  dekat maupun jauh hingga memberi koreksi Presbyopia (menurunnya kemampuan melihat benda pada jarak dekat karena faktor usia). ZEISS berupaya memberikan penglihatan yang optimal untuk semua usia dan dapat dipastikan bahwa semua aspek telah diperhitungkan dalam setiap pasangan lensa kacamata ZEISS SmartLife.

Sebuah studi konsumen ZEISS menunjukkan bahwa konsumen dengan desain lensa kacamata ZEISS SmartLife terbaru dapat lebih cepat dan mudah beradaptasi. ZEISS SmartLife Lenses memastikan kenyamanan visual anda saat sibuk beraktivitas sepanjang hari baik di rumah maupun di kantor. Salah satu entrepreneur muda Indonesia yang masuk dalam 2016Forbes 30 under 30 Asia, Yasa Singgih, telah merasakan manfaat dari lensa ZEISS Smartlife sejak Februari lalu.

Yasa mengatakan sebelum menggunakan lensa ZEISS Smartlife, matanya mudah lelah dan sering pusing setelah bekerja beberapa jam di depan laptop. “Setelah memakai lensa ZEISS Smartlife saya memiliki fokus yang lebih panjang. Bekerja di depan laptop pun jadi jauh lebih nyaman daripada sebelumnya sehingga saya merasa lebih produktif setelah menggunakan lensa ini.” (RO/A-1)

Baca Juga

ANTARA/Basri Marzuki

Tidak Perlu Panik tentang Kajian Potensi Gempa

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 11:38 WIB
Skenario yang disampaikan tidak serta merta memberikan informasi kejadian gempa dan tsunami di selatan Jawa akan terjadi besok atau...
ANTARA/Puspa Perwitasari

48 Orang yang Kontak dengan Menag Dinyatakan Negatif Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu, M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 29 September 2020, 11:35 WIB
Sampai saat ini Menag masih menjalani proses perawatan dan isolasi di rumah sakit. Proses isolasi sudah berjalan 12 hari sejak 17 September...
MI/RAMDANI

Penelitian Gempa Bumi untuk Perkuat Mitigasi, Warga Jangan Panik

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 29 September 2020, 11:35 WIB
Sejak beberapa tahun yang lalu para peneliti telah melakukan kajian potensi kejadian tsunami di Pantai Selatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya