Senin 31 Agustus 2020, 14:50 WIB

Wapres: Jangan Tergantung Pada Negara Lain

Emir Chairullah | Humaniora
Wapres: Jangan Tergantung Pada Negara Lain

DOK SETWAPRES
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta dunia pendidikan di Indonesia meningkatkan kualitasnya agar bisa menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam ilmu dan pengetahuan. 

Selain menjadi modal dasar bagi suatu bangsa untuk memiliki daya saing dan unggul secara kompetitif dan komparatif, pendidikan dan pengetahuan bisa membuat bangsa Indonesia mandiri dan tidak tergantung kepada negara lain. 

“Visi Indonesia ke depan adalah Indonesia Maju. Pendidikan mencetak SDM yang unggul dalam ilmu dan pengetahuan. Namun demikian negara ini memerlukan pembinaan karakter. Pendidikan harus menghasilkan kompetensi dan juga karakter yang baik, berakhlak mulia, dan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi,” katanya saat memberikan sambutan di acara pengenalan kampus (PK) mahasiswa baru Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya tahun akademik 2020/2021 secara daring, Senin (31/8).

Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, Wapres meminta kampus menjadi salah satu sarana pendidikan yang diharapkan peran strategisnya dalam pembangunan melalui berbagai pengembangan konsep, riset, dan inovasi. “Kerja sama dengan berbagai pihak terkait harus terus dilakukan dalam berbagai bidang untuk menghasilkan karya-karya terbaik bangsa,” jelasnya.

Menurut Ma’ruf, eksistensi kampus sebagai pusat keunggulan ( center of excellence ) diharapkan selalu memberikan kontribusi dan partisipasi nyata dalam proses pembangunan. “Seluruh civitas akademika harus terlibat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mencerdaskan bangsa,” tegasnya.

Ia menyebut ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu memberikan nilai tambah sumber daya yang dikelola. “Kecerdasan buatan menjadi jalan keluar agar negara tidak sekedar menjadi pasar melainkan juga sebagai pelaku dari Revolusi Industri 4.0. Kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk menemukan model pengembangan bisnis baru,” jelasnya.

Wapres lantas mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah penduduk Indonesia yang melanjutkan ke pendidikan tinggi masih terbatas. Dari 137,90 juta penduduk usia 15 tahun yang bekerja, data angkatan kerja Februari 2020 hanya sekitar 14,22 juta orang atau hanya 10,3% yang merupakan lulusan perguruan tinggi. 

“Karena itu, sebagai generasi muda yang berkesempatan menikmati pendidikan tinggi, Saya berharap Sahabat Atma dapat menjadi agen perubahan dan role model di lingkungan masyarakat melalui penerapan ilmu, pengetahuan, dan keteladanan,” pungkasnya. (P-2)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Jadi Penyintas Covid-19, Ini Pelajaran yang Dipetik Rektor IPB

👤Syarief Oebadiillah 🕔Minggu 27 September 2020, 23:04 WIB
Mengutip Ibnu Sina, Arif mengatakan, kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah langkah awal...
Dok. Pribadi

Kembali Pimpin Universitas Moestopo,Rudy Ingin Adopsi Digitalisasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 27 September 2020, 22:59 WIB
Rudy mengatakan, dirinya akan melakukan adaptasi universitas untuk menerapkan teori pada praktik nyata sesuai dengan perkembangan teknologi...
Dok. Pribadi

Korsel Bantu Cirebon Ciptakan Karya Seni Inovatif

👤Ghanii Nurcahyadi 🕔Minggu 27 September 2020, 22:52 WIB
Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, seniman dan sekolah itu bertujuan untuk membangun dan merevitalisasi sistem pendidikan seni dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya