Senin 31 Agustus 2020, 10:10 WIB

Bandara Pertama dengan Sistem Peringatan Dini Tsunami BMKG

mediaindonesia.com | Teknologi
Bandara Pertama dengan Sistem Peringatan Dini Tsunami BMKG

Ist
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati diwawancarai.

FOTO: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjawab pertanyaan wartawan seusai peresmian Yogyakarta International Airport(YIA) di Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat(28/8).

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PRESIDEN Joko Widodo meresmikan pengoperasian Sistem Peringatan Dini Tsunami BMKG bersamaan dengan peresmian Yogyakarta International Airport (YIA), Jumat (28/8). 

Sistem deteksi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di Yogyakarta International Airport dirancang agar dapat memberi peringatan cepat melalui sirine dan notifikasi yang ditampilkan dalam display layar yang di tempatkan di dalam terminal bandara, serta di ruang pusat informasi dan ‘tower’ pengontrol lalu lintas penerbangan.

Apabila sewaktu waktu terjadi gempa, maka dalam waktu 2 sampai kurang dari 5 menit dapat segera di ketahui posisi pusat gempa, besarnya magnitudo gempa dan potensial tsunaminya, sehingga Pengelola Bandara dapat merespon cepat dengan langkah mitigasi yang tepat, sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.

Dengan memperkirakan waktu datang gelombang tsunami antara 20 sampai 30 menit setelah gempa bumi, maka ‘golden time’ untuk evakuasi masih tersedia dalam waktu 15 sampai dengan 28 menit, untuk segera menuju ke terminal pada Lantai Mezanin dan Lantai 2(di lantai teratas untuk keberangkatan), serta ke Crisis Center.

Sistem peringatan dini tsunami telah siap beroperasi di YIA dan dioperasikan oleh BMKG bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan BPBD Kabupaten Kulon Progo, serta pengelola YIA PT Angkasa Pura 1 dan PT AirNav Indonesia.

FOTO : Warning Receiver System merupakan Sistem Penerima Peringatan Dini Tsunami dari BMKG Pusat di Jakarta ke YIA dalam waktu 2 sampai dengan kurang dari 5 menit setelah gempabumi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, sistem ini terintegrasi dengan jaringan pemantauan gempa bumi di Pusat Gempa Bumi Nasional dan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) di Kantor BMKG Pusat Jakarta, dan merupakan sistem percontohan pertama di Indonesia dan ASEAN untuk bandara di daerah rawan tsunami.

“Sistem peringatan dini tsunami ini diperkuat oleh internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI) untuk menghitung cepat sinyal-sinyal gelombang gempa bumi yang terekam dari seismograf, agar diketahui posisi dan magnitudo gempa bumi tektonik serta estimasi ketinggian gelombang dan waktu datang tsunami. Bandara Ini merupakan bandara satu-satunya di Indonesia saat ini yang dilengkapi dengan sistem peringatan dini tsunami, bahkan di ASEAN,” jelas Dwikorita.

Ia menambahkan, desain bangunan YIA disiapkan sebagai tempat evakuasi bagi pengunjung bandara apabila terjadi gempa dan tsunami, karena telah didesain dengan skenario terburuk untuk tahan terhadap gempa bumi hingga kekuatan 8,8 skala Richter dan tsunami dengan ketinggian gelombang 12 mdpl atau dengan genangan tsunami setinggi 10 m dari permukaan topografi. 

Tidak hanya itu, masyarakat sekitar pun dapat menggunakannya sebagai shelter evakuasi apabila tsunami terjadi.

“Sebelum bangunan bandara ini ada, di sini merupakan lahan yang datar dan rendah, jauh dari topografi yang tinggi. Masyarakat harus berjalan sekitar 5 km lebih, untuk mencapai tempat yang lebih tinggi agar selamat dari gelombang tsunami. 

Dengan adanya bandara yang dilengkapi sistem peringatan dini tsunami ini, tidak hanya menyelamatkan pengunjung bandara tapi juga menyelamatkan masyarakat sekitar, karena telah dibangun juga shelter evakuasi di crisis centre, yang berada di sayap barat YIA  yang dapat menampung ribuan orang. 

Sistem peringatan dini tsunami YIA terkoneksi dengan jaringan sensor gempa bumi, sebanyak 372 sensor yang terpasang di seluruh Indonesia. BMKG juga melengkapi alat monitoring gempa bumi berupa Intensitymeter untuk mengetahui tingkat guncangan gempa.

Kemudian Accelerometer untuk mengukur percepatan gerakan tanah, Earthquake Early Warning System (EEWS) yang sedang disiapkan dan diuji coba  untuk mendeteksi dini gempa bumi serta Warning Receiver System (WRS) New Generation, untuk menyampaikan notifikasi informasi gempa dan tsunami secara realtime. 

BMKG tidak hanya membuat sistem peringatan dini tsunami di YIA, tetapi juga memasang berbagai peralatan untuk menginformasikan cuaca. Informasi tersebut sangat di butuhkan oleh operator bandara untuk menjaga keamanan dan keselamatan pesawat saat akan lepas landas ataupun mendarat. (AT/S2-25)

Baca Juga

Dok Samsung Galaxy Watch3

5 Fitur Galaxy Watch3 Dukung Kesehatan di Masa New Normal

👤Retno Hemawati 🕔Rabu 30 September 2020, 21:22 WIB
Ingin tetap bugar dan aktif di masa new normal ini? Simak 5 fitur Galaxy Watch3 yang paling bermanfaat untuk membantu kita menjaga...
AFP/NASA

Ilmuwan Kini Tahu Jumlah Materi di Alam Semesta

👤Wisnu AS 🕔Rabu 30 September 2020, 14:18 WIB
Sekitar 68,5% sisanya merupakan energi gelap sebagai kekuatan misterius yang menyebabkan perluasan alam semesta semakin cepat dari waktu ke...
DOK LG

Lemari Pintar Lindungi Pakaian dari Virus

👤Wisnu AS 🕔Rabu 30 September 2020, 07:45 WIB
Pakaian yang terlalu lama tersimpan pada lemari bukan tak ada masalah. Yang pasti, pakaian akan menjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya