Senin 31 Agustus 2020, 09:23 WIB

AS Ajukan Gagasan Vaksin Covid-19 Tanpa Uji Coba Tahap Akhir

Faustinus Nua | Internasional
AS Ajukan Gagasan Vaksin Covid-19 Tanpa Uji Coba Tahap Akhir

AFP/CHANDAN KHANNA
ilustrasi vaksin

 

KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan AS Stephen Hahn mengatakan kemungkinan diberikannya persetujuan darurat untuk penggunaan vaksin virus korona (Covid-19) sebelum uji coba tahap akhir yang dirancang untuk memastikan keamanan dan keefektifannya.

Hahn mengatakan, permintaan persetujuan yang luar biasa seperti itu harus datang dari pengembang vaksin. Sehingga otoritas bisa memberi persetujuan dengan melihat kebutuhannya.

"Jika mereka melakukan itu sebelum akhir Fase Tiga (yang melibatkan pengujian manusia dalam skala besar), kami mungkin menganggapnya tepat. Kami mungkin menganggapnya tidak pantas, kami akan membuat keputusan," ungkapnya.

Meski keputusan itu ada di tangan otoritas negara, Hahn bersikeras dia tidak akan bertindak di bawah tekanan Presiden Donald Trump. Dia tidak ingin kebijakan itu menjadi bagian dari keputusan politik, tetapi karena kesiapan pengembang vaksin dan kebutuhan masyarakat yang disebutnya darurat.

"Ini akan menjadi ilmu, kedokteran, keputusan data. Ini tidak akan menjadi keputusan politik," kata Hahn.

Baca juga: Pakar Virus AS Peringatkan tidak Terburu-buru Keluarkan Vaksin

Hahn menambahkan otorisasi darurat belum tentu mencakup semua orang. Menurutnya, untuk keadaan darurat mungkin diberikan untuk kelompok tertentu yang berisiko tinggi.

"Otorisasi penggunaan darurat kami tidak sama dengan persetujuan penuh," tukasnya.

Diketahui, tiga pembuat obat tengah menjalani uji klinis Fase 3. Tahap tersebut harus melibatkan puluhan ribu peserta.

Ketiganya adalah AstraZeneca, yang bermitra dengan Universitas Oxford di Inggris, lalu Moderna, bekerja sama dengan Institut Kesehatan Nasional AS, dan aliansi Pfizer/BioNTech.

Berdasarkan sifat uji coba, sulit untuk memprediksi kapan hasil yang dapat diandalkan akan muncul. Setengah dari peserta ji coba tersebut menerima vaksin eksperimental, sedangkan separuh lainnya diberi plasebo.

Dalam prosedur normal, administrator tes harus menunggu, mungkin hingga berbulan-bulan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada tingkat infeksi kedua kelompok.

Adapun, saat dunia sangat menunggu vaksin yang efektif untuk melawan virus mematikan, Tiongkok dan Rusia telah menyetujui vaksin tanpa menunggu kesimpulan dari uji coba tahap akhir. Hal itu menuai kritik dari pejabat kesehatan dan masyarakat di negara lain, termasuk AS.(CNA/OL-5)

Baca Juga

AFP

DPR AS Soroti Isu Xinjiang

👤MI 🕔Jumat 02 Oktober 2020, 06:10 WIB
DEWAN Perwakilan Rakyat AS menyetujui rancangan undang-undang yang akan memaksa perusahaan di Amerika...
AFP/DENIS CHARLET

Institut Pasteur Klaim Temukan Khasiat Obat Lama Untuk Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 02 Oktober 2020, 05:33 WIB
Institut Pasteur Prancis menyebutkan penemuan molekul pada obat yang pernah dipakai untuk penyakit lain, yang mampu melawan virus untuk...
Alex Wong/Getty Images/AFP

Sebut 'Insya Allah' Dalam Debat Presiden, Biden Tuai Banyak Reaksi

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 02 Oktober 2020, 05:12 WIB
Joe Biden menyebut Insya Allah saat rivalnya Donald Trump menyatakan kepada panelis bahwa ia akan memberikan bukti pembayaran pajak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya