Senin 31 Agustus 2020, 09:16 WIB

Trump dan Biden Bentrok Soal Kekerasan Jalanan di Portland

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Trump dan Biden Bentrok Soal Kekerasan Jalanan di Portland

AFP/JIM WATSON DOMINICK REUTER
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden (kanan)

 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan saingannya dari Partai Demokrat Joe Biden bentrok atas kekerasan yang meletus dalam protes di Kota Portland, Oregon.

Trump menyalahkan Wali Kota Portland dari Partai Demokrat, Ted Wheeler, dengan menuduhnya telah membiarkan 'kematian dan kehancuran di kotanya'.

Tapi Biden membalas dengan mengatakan Trump ceroboh, mendorong kekerasan.

Seorang pria ditembak mati di Portland, Sabtu (29/8), seperti di tempat lain, di kota itu unjuk rasa pro-Trump bentrok dengan pengunjuk rasa Black Lives Matter (BLM).

Portland telah menjadi titik nyala dalam demonstrasi menentang kebrutalan polisi dan rasisme sejak pembunuhan pria kulit hitam George Floyd oleh polisi di Minneapolis pada 25 Mei hingga memicu gelombang kemarahan nasional dan internasional.

Dalam serangkaian cuitan, Minggu (30/8), Trump mengatakan,

"Portland tidak akan pernah pulih dengan kebodohan seorang wali kota," cuit Trump pada Minggu (30/8).

Baca juga: Trump Balas Serang Biden dan Demokrat

Ia menyarankan pengiriman pasukan federal ke kota itu. Dia juga menuduh Biden tidak bekemauan penuh untuk memimpin.

Dalam sebuah pernyataan, Biden menyerang Trump dengan menyebutnya sosok yang lemah.

"(Trump) mungkin meyakini dengan mencicit tentang hukum dan ketertiban akan membuatnya kuat, tetapi kegagalannya meminta pendukungnya untuk berhenti menyulut konflik, menunjukkan betapa lemahnya dia," ucap Biden.

Hukum dan ketertiban adalah tema utama dalam upaya Presiden Trump untuk terpilih kembali, menggambarkan Demokrat dan kandidat mereka, Biden, sebagai orang yang lemah dalam menyikapi kejahatan.

Sebelumnya, Plt Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Chad Wolf mengatakan para pejabat Demokrat di Portland telah membiarkan pelanggaran hukum dan kekacauan berkembang. 

"Semua opsi tersedia untuk menyelesaikan situasi," ucap Chad.

Sementara itu, Demokrat menanggapi dengan mengatakan kekerasan terjadi di bawah kepresidenan Trump dan menuduh pemimpin AS memperburuk situasi dengan retorikanya.

Wali Kota Wheeler mengatakan sesungguhnya Trump yang telah menciptakan kebencian dan perpecahan di Amerika Serikat.

"Saya akan menghargai jika presiden akan mendukung kami atau tidak ikut campur," tegasnya.(BBC/OL-5)

Baca Juga

AFP/GEORGE FREY

Tiga Negara Bagian AS Alami Lonjakan Kasus Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 25 September 2020, 09:43 WIB
Secara rata-rata, AS melaporkan 44.000 infeksi baru dan sekitar 700 kematian setiap...
AFP/Noah Seelam

Arab Saudi Larang Penerbangan ke India terkait Covid-19

👤Wisnu Arto Subari 🕔Jumat 25 September 2020, 09:29 WIB
ARAB Saudi pada Selasa (22/9) menghentikan sementara penerbangan rute India dan melarang masuk orang-orang yang mengunjungi negara...
AFP/Mazen Mahdi

Hampir 830 Ribu Orang Jadi Korban Banjir Sudan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 25 September 2020, 09:19 WIB
Badan Pertahanan Sipil Sudan melaporkan 124 kematian dan 54 korban luka akibat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya