Senin 31 Agustus 2020, 03:35 WIB

Daerah Mulai Ajukan Pinjaman PEN

Gana Buana | Ekonomi
Daerah Mulai Ajukan Pinjaman PEN

MI/Lina Herlina
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

 

PEMERINTAH membuka peluang kepada pemerintah daerah mengajukan pinjaman untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sedikitnya ada 37 pemerintah daerah yang telah mengusulkan pinjaman kepada pemerintah pusat hingga hari ini.

Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan periode 13 Agustus lalu, yakni baru ada delapan daerah yang mengusulkan pinjaman.

Adapun total mencapai Rp30 triliun dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. “Padahal, anggaran yang disiapkan Rp10 triliun dari APBN dan Rp5 triliun dari PT SMI,” kata Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti dalam diskusi Daerah Bangkit, Indonesia Maju di Jakarta, Kamis (27/8).

Terkait dengan hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah menyampaikan siap memanfaatkan program PEN dan berencana mengakses dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam bentuk skema pinjaman.

“Pada prinsipnya pengajuan tersebut adalah menjabarkan kebijakan pemerintah pusat dalam hal program pemulihan ekonomi nasional,” kata Nurdin Abdullah dalam keterangannya di Makassar, Jumat (28/8).

Ia menjelaskan, program PEN hadir akibat pemotongan berbagai anggaran, termasuk dana alokasi khusus (DAK) yang ditarik ke pusat serta beberapa programprogram lain sehingga oleh pemerintah mengalokasikan anggaran untuk mengganti dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19.

“Dengan anggaran yang tersedia, lebih banyak yang bermohon daripada yang akan mendapatkan. Maka, kalau kita dapat ini harus disyukuri karena ini adalah pinjaman dengan bunga 0%,” ujarnya.

Pengajuan pinjaman PEN juga diajukan Pemerintah Kota Bogor sebesar Rp2,05 triliun. Dana tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan infrastruktur kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran dan kompleks perkantoran Pemerintahan Kota Bogor yang baru.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, pengajuan pinjaman itu dilakukan bukan tanpa alasan. Itu karena pemerintah pusat mempersilakan setiap daerah mengajukan pinjaman dalam bunga rendah atau 0% sekaligus mendukung program PEN.

Menurut Dedie, meski telah mengajukan besaran dana yang ingin dipinjam, nilai yang akan dicairkan masih menunggu persetujuan Kementerian Keuangan.

Sementara itu, untuk mekanisme pengembalian pinjaman itu nantinya akan diambil dari dana alokasi umum (DAU) sehingga tak membebankan cadangan keuangan daerah.

“Jadi, selama 10 tahun, DAU Kota Bogor dipotong untuk membayar pinjaman lunak sesuai dengan nilai transfer daerah,” ujar dia. (Gan/S-1)

Baca Juga

Antara

Kemenkeu Cegah Bambang Trihatmodjo ke Luar Negeri

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 18 September 2020, 16:35 WIB
Kemenkeu mencegah Bambang Trihatmodjo bepergian ke luar negeri lantaran memiliki permasalahan piutang negara kala dirinya menjadi Ketua...
Antara/Nurul Ramadhan

Teten: Gagal Transformasi UMKM, Pengangguran Bisa Meningkat

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 18 September 2020, 16:19 WIB
Pemulihan ekonomi nasional tidak bisa berjalan tanpa mendorong sektor UMKM. Mengingat, mayoritas pelaku usaha di Indonesia atau...
Antara

Kasus Kepailitan Ancam Industri Properti

👤Ihfa Firdusya 🕔Jumat 18 September 2020, 16:15 WIB
Selain kerugian bagi developer, permasalahan pailit yang mendera industri properti bisa merugikan dan berdampak signifikan pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya