Minggu 30 Agustus 2020, 11:00 WIB

62 Rumah di Kupang Porak-Poranda Diterjang Angin Kencang

Palce Amalo | Nusantara
62 Rumah di Kupang Porak-Poranda Diterjang Angin Kencang

DOK HUMAS KOTA KUPANG
Sedikitnya 62 rumah yang tersebar di 22 kelurahan di Kota Kupang, NTT porak-poranda akibat diterjang angin kencang.

 

SEDIKITNYA 62 rumah yang tersebar di 22 kelurahan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) porak-poranda akibat diterjang angin kencang berkecepatan 40-50 kilometer per jam sejak Kamis (27/8) hingga Minggu (30/8).

Angin kencang mengakibatkan pohon dan baliho roboh di beberapa titik mengenai kabel listrik dan mengakibatkan listrik mati. Selain itu, seorang warga asal Kelurahan Manutapen dirawat di rumah sakit karena terkena pohon tumbang.

Di antaranya rumah milik Yaner Leo, warga RT 28 Kelurahan Manutapen, dan rumah milik dan Onisimus Nifu di Kelurahan Alak.

Baca juga: Tertimbun Tanah, Enam Penambang Ditemukan Meninggal

Rumah mereka mengalami kerusakan berat sehingga seluruh anggota keluarga mengungsi ke rumah warga lainnya yang masih utuh.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan puluhan rumah tersebut mengalami kerusakan ringan hingga berat, sudah menerima bantuan bahan makanan.

"Untuk awalnya, kita bantu sembako, nanti BPBD yang akan melihat kondisi selanjutnya untuk ditindaklanjuti," katanya.

Saat ini, petugas BPBD masih melakukan pendataan kemungkinan masih ada kerusakan rumah di kelurahan lainnya.

Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang, Sulton Kharisma, mengatakan tekanan udara yang teramati pada Minggu (30/8) berkisar antara 1011 hingga 1012 mb dengan kecepatan angin maksimum yang tercatat 20 knot atau sekitar 40 kilometer per jam antara pukul 08.30-09.30 Wita.

"Namun, hari ini diprakirakan kecepatan angin maksimum dapat mencapai 25 knot atau sekitar 50 kilometer per jam atau lebih," ujarnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap angin kencang yang dapat memberikan dampak langsung seperti robohnya papan reklame, baliho, pohon tumbang atau dahan yang patah serta dampak tidak langsung seperti kebakaran hutan dan lahan. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Pemkot Pariaman

Inovasi Pariwisata di Pariaman Berbuah Penghargaan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 03:45 WIB
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Dwi Marhen Yono mendapatkan penghargaan Best Leadership dan Professional kategori...
Dok The Learning Farm

Optimisme Petani Cidaun Hingga Sleman di Masa Pandemi  

👤Iis Zatnika 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:25 WIB
Sektor pertanian memang moncer di saat pandemi, namun dibutuhkan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk mengungkit kesejahteraan...
Antara

Ulama : Bisnis Prostitusi Daring di Aceh Meningkat Selama Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:00 WIB
Maraknya dugaan prostitusi daring yang ditawarkan melalui aplikasi media sosial melalui telepon pintar di Aceh, telah menyebabkan keresahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya