Minggu 30 Agustus 2020, 07:39 WIB

Protes Belarus Berlanjut, Pemerintah Cabut Akreditasi Jurnalis

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Protes Belarus Berlanjut, Pemerintah Cabut Akreditasi Jurnalis

AFP/Sergei GAPON
Aksi demonstrasi di Minsk, Belarus.

 

PIHAK berwenang di Belarus telah mencabut akreditasi sejumlah jurnalis media asing yang meliput dan melaporkan aksi protes pascapemilu di negara itu.

Dua jurnalis untuk layanan BBC Rusia termasuk di antara mereka yang terkena dampak.

Dalam sebuah pernyataan, BBC mengatakan pihak mereka mengutuk dengan keras tindakan pengekangan jurnalisme independen oleh pemerintah.

Demonstrasi baru antipemerintah terjadi pada Sabtu (29/8).

Baca juga: Ribuan Orang Protes Antipembatasan Covid-19 di Berlin

Belarus dicengkeram oleh protes massa yang dipicu pemilihan umum yang diyakini secara luas telah dicurangi untuk memenangkan pemimpin lama Alexander Lukashenko.

Pada Sabtu (29/8), ribuan perempuan--banyak mengenakan pakaian nasional--berkumpul di ibu kota, Minsk, mengibarkan bendera dan bunga dalam apa yang mereka sebut 'Pawai Solidaritas', mendesak Lukashenko dan pemerintah untuk mengundurkan diri.

Polisi antihuru-hara datang dan melakukan beberapa penangkapan. Demonstrasi yang lebih kecil terjadi di bagian lain Belarus dan terjadi pada malam yang diperkirakan akan menjadi protes pascapemilu yang bergejolak, Minggu (30/8).

BBC telah mendesak otoritas Belarus memberikan akses untuk reporternya.

"Kami percaya sangat penting bagi rakyat Belarus untuk memiliki akses ke informasi independen yang tidak memihak tentang peristiwa di negara mereka. BBC Rusia, yang menjangkau lebih dari 5 juta orang seminggu, telah menjadi sumber berita utama bagi orang-orang di Belarus dan Rusia selama kerusuhan pascapemilu," katanya.

Juru bicara pemerintah Anatoly Glaz mengatakan kepada kantor berita AFP tindakan tersebut diambil menyusul rekomendasi dari unit kontraterorisme negara itu.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan dia mengutuk langkah tersebut dan telah menyampaikan keprihatinannya dengan para pejabat Belarus.

Kementerian Luar Negeri Austria menggambarkan tindakan terhadap jurnalis sebagai upaya terang-terangan untuk menekan pemberitaan yang obyektif.

Setidaknya 10 jurnalis lokal dan beberapa asal Rusia kehilangan akreditasi mereka pada Sabtu (29/8), dengan Radio Liberty, AFP, dan Deutsche Welle di antara outlet lain yang terkena dampak.

Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah beberapa jurnalis--termasuk tim BBC--ditahan di Minsk menjelang protes.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan mereka telah dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan identitas. Namun, wartawan BBC Steve Rosenberg, yang termasuk di antara mereka yang ditahan, mengatakan itu adalah upaya yang jelas untuk mengganggu liputan.

Kerusuhan di Belarus dipicu awal bulan ini oleh pemilihan umum yang diyakini telah dicurangi untuk memenangkan Presiden Alexander Lukashenko, yang telah berkuasa sejak 1994.

Kandidat oposisi terkemuka, Svetlana Tikhanovskaya, melarikan diri ke Lituania setelah pemungutan suara dan sejak itu menyerukan protes.

Negara ini telah menyaksikan demonstrasi oposisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan para pekerja melakukan pemogokan di perusahaan besar. Ribuan orang telah ditangkap dan ada banyak laporan kebrutalan polisi. (OL-1)

Baca Juga

Brendan Smialowski / AFP

Trump Digugat Keponakannya Terkait Penipuan Warisan

👤Antara 🕔Sabtu 26 September 2020, 18:45 WIB
Mary Trump, pada Kamis (24/9) menggugat Donald Trump dan beberapa anggota keluarganya karena menipu dirinya menyangkut warisan senilai...
Wikipedia

Memorabilia Beatles Dilelang Daring oleh Sotheby's

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 18:40 WIB
Sotheby's kembali mengadakan lelang online memorabilia Beatles pada September ini untuk menandai 50 tahun bubarnya grup band legendaris...
 Brendan SMIALOWSKI / AFP

Orang Pertama yang Sembuh dari HIV Meninggal karena Leukemia

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 26 September 2020, 17:40 WIB
Brown membuat sejarah medis dan menjadi personifikasi harapan bagi puluhan juta orang yang hidup dengan virus penyebab AIDS ketika ia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya