Sabtu 29 Agustus 2020, 23:14 WIB

TNI Janji Transparan Selidiki Kasus Penyerangan Polsek Ciracas

Haufan Hasyim Salengke | Megapolitan
TNI Janji Transparan Selidiki Kasus Penyerangan Polsek Ciracas

MI/Haufan Hasyim Salengke
Konferensi Pers TNi soal penyerangan mapolsek Ciracas

 

KOMANDAN Pusat Kepolisian Militer (Puspom) TNI Mayjen Eddy Rate Muis mengungkapkan aksi penyerangan yang disertai perusakan di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, sedang dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh tim gabungan.

Tim terdiri dari unsur polisi yaitu Polda Metro Jaya dan Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya). Eddy menjamin TNI akan bertindak transparan dalam mengusut kasus tersebut dan akan menyampaikan hasil pekerjaan tim gabungan.

"Saat ini sedang bekerja mengusut kasus tersebut, jadi kasus ini sedang ditangani oleh tim gabungan," ujar Eddy saat konferensi pers mendampingi Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (29/8) malam.

Semua bukti dan saksi yang terkait sedang diperiksa. Menurutnya hingga malam ini sudah 10 saksi yang diperiksa.

Kita beri kesempatan ke tim untuk memeriksa CCTV, siapa saja yang ikut dalam kelompok penyerang. Termasuk untuk menentukan cara dan alat yang digunakan oleh massa penyerang.

Baca juga : Buntut Penyerangan Mapolsek Ciracas, 6 Anggota TNi Diperiksa

"Biarlah tim gabungan bekerja dulu memeriksa para saksi sehingga kasus ini menjadi terang," jelas Eddy.

Karena itu ia tidak ingin menjawab dugaan adanya keterlibatan anggota TNI dan hubungannya dengan insiden kecelakaan yang dialami Prada Ilham. Namun ia menyebut insiden yang dialami oleh prajurit TNI itu adalah kecelakaan tunggal, menurut hasil pemeriksaan CCTV dan saksi.

Mengenai disiplin prajurit jika hasil penyidikan menemukan bukti adanya keterlibatan anggota TNI, Eddy menyatakan siapapun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Eddy mengungkapkan, kasus penyerangan Polsek Ciracas terjadi pukul 01.30 hingga 02.30 WIB, Sabtu (29/8), oleh massa yang ia sebut orang tidak dikenal (OTK) yang berjumlah sekitar 100 orang.

"Massa datang kemudian masuk ke dalam dan merusak bangunan serta kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi di halaman Mapolsek. Selain merusak juga melakukan pembakaran, dan diketahui juga merusak fasilitas umum," terangnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Ramdani

Anies: Pandemi, Satu Juta Orang di Jakarta Bekerja dari Rumah

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:47 WIB
Orang-orang sekarang bebas bersepeda di pagi hari sebelum berangkat kerja atau kadang berangkat kerja dengan...
MI/ANDRI WIDIYANTO

PSBB Transisi, Taman Margasatwa Ragunan Masih Sepi Pengunjung

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 16:48 WIB
Di hari Sabtu pekan lalu jumlah orang yang datang berada di kisaran 800 pengunjung dan Minggu pekan lalu mencapai 1.500...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Anies: Covid -19 Justru Membuka Peluang Dunia Digital

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 15:53 WIB
Pandemi justru membuat kegiatan masyarakat lebih leluasa lantaran kegiatan dilakukan secara daring, masyarakat lebih bebas memilih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya