Sabtu 29 Agustus 2020, 20:16 WIB

Digitalisasi Jadi Solusi Bisnis Bertahan di Tengah Pandemi

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Digitalisasi Jadi Solusi Bisnis Bertahan di Tengah Pandemi

Ilustrasi
Ilustrasi ekonomi digital

 

PANDEMI Covid-19 berdampak cukup dalam terhadap perekonomian Indonesia, bukan hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi, tapi juga berdampak pada terjadinya penurunan bisnis di tingkat perusahaan, hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja.

Pengusaha nasional, Sandiaga Uno menyebut, salah satu solusi untuk bertahan di tengah pandemi ialah dengan mengubah model bisnis dan menerapkan digitalisasi agar tetap bisa menjangkau mnasyarakat yang kini diimbau untuk lebih banyak berada di rumah untuk memutus penyebaran Covid-19.

"Harus berani merubah bisnis model, bila awalnya bisnis fesyen yang mandek, tapi karena suka masak mungkin coba bisnis kuliner. Selain itu juga harus berani bermodifikasi produk yang disesuaikan dengan tren pasar saat ini. Digital marketing is a must. Di realita normal hari ini," kata Sandiaga dalam Webinar dengan Universitas Siriwijaya, Sabtu (29/8).

Selaind ari sisi strategi bisnis dan pemanfaatan teknologi, Sandiaga menambahkan, pelaku usaha atau wirausahawan harus berkolaborasi dan bersinergi agar peluang usaha semakin besar, sembari mempersiapkan strategi pemulihan pascapandemi.

Di sisi lain, generasi milenial yang dikenal dengan kreatifitasnya bisa juga memulai jalan menjadi wirausaha dengan memanfaatkan pemahaman atas pasar dan teknologi agar bisa membuka lapangan pekerjaan kedepannya.

Baca juga : Bantu Kembangkan Inovasi Teknologi Startup Indonesia

Milenial, lanjut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia menuju 100 tahun Indonesia pada 2045 mendatang, sekaligus bagian dari bonus demografi Indonesia.

"Ini, kan, generasi-generasi yang dahsyat karena sebelum pandemi ini mereka sudah digital needed dan milenial ini menjadi lini terakhir kita untuk di pandemi ini. Milenial juga ini menjadi tulang punggung di fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad mengatakan milenial yang ingin memulai usaha, khususnya yang langsung menyasar pemasaran digital, bisa dimulai dengan melihat tren pembelian barang melalui platform perdagangan elektroniik (E-commerce). Menurutnya, sektor yang sedang berkembang ialah fesyen, kecantikan, perkalanan (travel), dan gim daring.

Kammussamad menegaskan, sebenarnya banyak keuntungan juga dalam menjalankan e-commerce. Seperti; biaya operasional pemasaran dapat dikunrangi secara signifikan, mudah dan cepat, karena bisa dilakukan dimanapun berada, peluang juga sangat luas karena pasarnya tidak terhingga dan terakhir bagaimana bisa menjangkau target pasar secara spesifik.

“Saat ini bagaimana kita mengembangkannya mulai dari mengetahui hal apa yang lagi trend atau menarik perhatian di social media untuk meningkatkan penjualan melalui sosmed,” ujar Politikus Partai Gerindra itu. (RO/OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Anggaran Mengendap Menkeu Meradang

👤M Ilham RA 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 04:50 WIB
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendesak pemerintah daerah agar memiliki kesepahaman yang sama dengan pusat dalam upaya memulihkan...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz

Hindari Kenaikan Tarif Cukai Berlebih

👤(Ant/RO/E-1) 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 04:40 WIB
Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia menolak dengan tegas kenaikan cukai rokok yang eksesif demi kelangsungan hidup industri hasil...
DOK BTN

BTN Raup Laba Bersih Rp1,12 Triliun

👤(Ant/E-3) 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 04:30 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membukukan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III 2020 39,72% secara tahunan (year-on-year/yoy)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya