Sabtu 29 Agustus 2020, 09:15 WIB

Bantu Kembangkan Inovasi Teknologi Startup Indonesia

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Bantu Kembangkan Inovasi Teknologi Startup Indonesia

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Pameran bertema Startup Teknologi dan Inovasi Industri Meningkatkan Daya Saing Bangsa itu diikuti 749 PPBT, 558 calon startup (CPPBT).

 

PANDEMI demi dengan segala dampak negatifnya membuat hampir seluruh lini industri di global terpukul, termasuk industri startup di Indonesia. Meski begitu, hingga Juli 2020 tercatat masih ada 56 startup yang mendapatkan pendanaan dari Venture Capital (VC) atau pemodal ventura.

Hal itu menunjukkan tingkat kepercayaan pemodal terhadap bisnis startup masih tinggi. Sebagai VC yang fokus dengan kemajuan teknologi 4.0, UMG Idealab terus berkomitmen terhadap perkembangan teknologi startup Tanah Air dengan memberikan dukungan dan menggali potensi startup karya anak bangsa meski di tengah ancaman resesi ekonomi. Berdiri sejak tahun 2015, UMG Idealab sebagai seed investor pre-series A rutin melakukan funding kepada 5 - 10 startup di seluruh dunia setiap tahunnya. Meski awalnya pendanaan dilakukan dengan agnostik, tiga tahun belakangan UMG Idealab mulai fokus dengan core technology startupnya, yakni deep tech, dengan manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: 50% Startup Digital Optimistis Mampu Bertahan di Tengah Pandemi

Inovator teknologi Kiwi Aliwarga yang juga Founder UMG Idealab menilai, deep techstartup tidak banyak di Indonesia. Faktor kegagalan yang tinggi menjadi pertimbangan banyak VC, namun deep tech menjadi daya tarik yang istimewa bagi Kiwi karena potensi teknologi yang tidak terbatas.

“Deep techterkait dengan AI, robotic, biotech, dan inovasi teknologi tinggi lain yang berguna di masa mendatang. Beberapa deep tech yang sudah tergabung ke dalam ekosistem startup UMG Idealab adalah Frogs dengan teknologi drone taxi, MSMB dengan smart farming and fishery 4.0, Svara sebagai platform broadcasting dan podcast, hingga Widya Wicara dengansmart speakerberbahasa Indonesia,” papar Kiwi.

Meski begitu, deep tech bukan satu-satunya faktor utama bagi Kiwi untuk bergabung di ekosistem startupUMG Idealab. Penilaian juga dilihat dari cara eksekusi ide, peluang penerimaan oleh pasar, kesiapan teknologi, kecocokan visi antara founder dengan UMG Idealab, hingga value yang dimiliki jajaran level C startup itu sendiri. Namun, yang tidak kalah penting adalah kejujuran founder.

“Setiap VC memiliki cara unik tersendiri dalam melakukan investasi. Namun di UMG Idealab,  dibutuhkan kejujuran seorang founder sedari awal, yakni jujur dengan diri sendiri dan kepada kami sebagai VC. Kejujuran membuat orang lebih terbuka dan menerima masukan dari orang lain,” tambahnya.

Hingga Agustus ini, UMG Idealab tengah merampungkan pendanaan dengan dua startup lokal. Selain itu, Zay Chin, startup e-commerceasal Myanmar turut meramaikan ekosistem UMG Myanmar. Zay Chin menyediakan produk pangan dan agrikultur dari petani, serupa dengan layanan RiTx di Indonesia di bawah naungan UMG Idealab. (Ant/A-1)

Baca Juga

Dok.KLHK

Ini Pembagian Tugas Menhan dan Mentan di Program Lumbung Pangan

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 23 September 2020, 13:15 WIB
Menhan Prabowo secara khusus diembani tugas oleh Presiden Joko Widodo untuk menggarap singkong di dalam program lumbung pangan nasional...
Antara

KKP Setuju Cabut Izin 14 Eksportir Benih Lobster Bermasalah

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 23 September 2020, 13:09 WIB
Dalam rapat kerja tersebut juga dipertegas, pencabutan sementara izin hanya berlaku untuk ekspor...
Antara/M Risyal Hidayat

Kondisi Kelistrikan Aman, hanya Manokwari dan Flores Barat Siaga

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 23 September 2020, 12:45 WIB
Total penambahan kapasitas terpasang pada Juni 2020 mengalami peningkatan sebesar 1,3 juta watt dari akhir tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya