Sabtu 29 Agustus 2020, 10:00 WIB

Pelaksanaan Anggaran Pembinaan UMKM Harus Tepat Sasaran

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Pelaksanaan Anggaran Pembinaan UMKM Harus Tepat Sasaran

DOK DPR RI
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

 

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta agar anggaran Rp22 triliun yang dikucurkan Pemerintah kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), bukan sekedar penyaluran anggaran semata. Melainkan juga dapat menyasar kepada pembinaan terhadap para pelaku dan kelompok sasaran UMKM. Sebab dalam situasi pandemi ini para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi.

Hal tersebut diungkapkannya kepada Parlementaria usai mengikuti Rapat Kerja membahas penyampaian laporan keuangan tahun anggaran 2019 dengan Kementerian Koperasi dan UKM di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Herman mengatakan ukuran keberhasilan dari sebuah anggaran program terletak pada efektivitasnya, sehingga menurutnya pembinaan masyarakat menjadi penting.

“Tapi yang paling penting adalah bagaimana keefektifan pelaksanaan anggaran ini kepada rakyat, apalagi dalam situasi ekonomi seperti ini. Utamanya dalam kondisi ini, yang terjadi adalah persoalan daya beli masyarakat. Sektor produksi apapun kalau daya beli masyarakat turun pasti akan berimbas juga. Dan oleh karenanya situasi yang tidak mudah dan sederhana ini tadi harus diimbangi oleh tingkat kemampuan,” ujar Herman.

Politisi Fraksi Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa ada sebanyak 80% UMKM di Indonesia saat ini terkena imbas pandemi yang disebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Menurutnya hal ini jelas terjadi karena ada perubahan paradigma konsumen di dalam pengadaan barang dan jasa ataupun dalam pemenuhan pangan sehari-harinya akibat terjadinya pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, hal ini harus dicermati. Bukan hanya menyalurkan anggaran yang tentu kami juga paham bahwa itu adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya beli, tapi pada sisi lain harus ada upaya untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha agar bisa beradaptasi terhadap situasi saat ini,” jelas Kang Hero, sapaan akrabnya.

Ia berharap dengan diberikannya insentif Rp2,5 juta per UMKM dapat memberikan efek yang signifikan dan berkelanjutan. “Tetapi kemudian bahwa terjadi deteksi dini atas penyaluran program dan anggarannya yang harus disertai dengan peningkatan kemampuannya ya ini harusnya di-split. Sehingga pembinaan inilah yang bisa memperkuat posisi capitalized mereka di dalam menghadapi situasi apapun,” tutup Kang Hero. (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA/Abriawan Abhe

Tegakkan Sanksi bagi Pelanggar Kampanye

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 28 September 2020, 08:21 WIB
Setiap pelanggar siapapun itu mesti ditindak tegas supaya ada efek...
Antara/Zabur Karuru

RUU Cipta Kerja Lindungi Buruh Sekaligus Investor

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 28 September 2020, 07:44 WIB
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker, Haiyani Rumondang mengatakan penyempurnaan RUU Cipta...
MI/Bary Fathahilah

MA bukan semata Beri Korting Hukuman

👤Uta/P-2 🕔Senin 28 September 2020, 06:22 WIB
Tidak tepat kalau dikatakan PK itu memotong masa tahanan atau memberikan diskon. Kita lihat MA sudah mencari kebenaran substantif. Jadi,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya