Sabtu 29 Agustus 2020, 06:20 WIB

Minim, Penegakan Hukum Kekerasan pada Anak

(Ata/H-2) | Humaniora
Minim, Penegakan Hukum Kekerasan pada Anak

ANTARA FOTO/Rahmad/aww.
TEATRIKAL STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK

 

MESKI laporan kekerasan pada anak dan perempuan menggunung, tidak semua aduan itu ditindaklanjuti dengan penegakan hukum. Hal itu diketahui dari data Sistem
Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak ( Simfoni-PPA) yang diakses Media Indonesia, Jumat (28/8).

Dari data real time itu, terlihat hanya ada 416 kasus kekerasan anak dan perempuan yang diproses penegak hukum. Padahal, jumlah aduan yang diterima mencapai
3.358 kasus.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengamini masih minimnya penegakan hukum dalam kasus kekerasan
yang menimpa anak dan perempuan.

“Layanan pengaduan dan penanganan yang tidak berjalan dengan baik mengakibatkan korban sulit meng akses layanan di daerahnya. Oleh karena itu, Kemen PPPA berupaya
melakukan layanan dengan sistem jemput bola,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Priyadi Santoso, dalam keterangan resminya.

Priyadi mengatakan jika budaya masyarakat yang takut untuk melapor juga jadi penyebab minimnya laporan, terutama jika pelaku kekerasan ialah orang terdekat atau
keluarga.

Pihaknya mencatat ada 4.859 laporan kasus kekerasan pada anak dan 3.605 kasus kekerasan pada perempuan dewasa selama periode 1 Januari-21 Agustus 2020.

Jika dirinci, dari 4.859 kasus kekerasan pada anak, ada 5.048 yang menjadi korbannya. Sebanyak 2.997 korban kekerasan seksual, 1.286 korban kekerasan fisik, dan
1.229 korban kekerasan psikis.

Anggota Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandy mengaku prihatin dengan kondisi ini karena masih banyak kasus yang sebenarnya
belum terungkap.

“Masih banyak tidak diadukan kepada aparat penegak hukum karena pelaku kekerasan kepada anak sebagian besar dilakukan orang-orang yang memiliki hubungan
yang dekat dengan anak,” ujar Susianah.

Ia pun meminta Kementerian PPPA segera meningkatkan pelayanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan, terlebih di masa pandemi covid-19. (Ata/H-2)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Kemenhub Tegaskan Aturan Pesepeda bukan Aturan Asal-Asalan

👤Selamat Saragih 🕔Selasa 29 September 2020, 07:49 WIB
Permen yang ditandatangani Menteri Perhububungan Budi Karya Sumadi itu dimaksudkan sebagai pelindung, tidak hanya bagi pengguna sepeda,...
ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Rabies Masih Jadi Ancaman di Indonesia

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 29 September 2020, 07:03 WIB
Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 8 provinsi yang bebas rabies sementara 26 provinsi lainnya masih endemik...
Dok. Kementerian Kominfo

Dua Jurnalis Senior Metro TV Raih Satya Lencana Wira Karya

👤 (Medcom.id/H-2) 🕔Selasa 29 September 2020, 06:05 WIB
DUA jurnalis senior Metro TV, Andy F Noya dan Desi Fitriani, diganjar anugerah Satyalencana Wira...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya