Sabtu 29 Agustus 2020, 05:25 WIB

Sinergi Majukan UMKM di Era Digital

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Sinergi Majukan UMKM di Era Digital

MOHAMAD IRFAN
PAMERAN KARYA KREATIF INDONESIA: BUKA PAMERAN KARYA KREATIF INDONESIA: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

 

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan tiga langkah guna memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai kekuatan baru ekonomi dalam negeri di era digital sekaligus mendorong pemulihan ekonomi dampak covid-19.

"Kuncinya ada tiga, yaitu bagaimana mendorong kreativitas, digitalisasi, dan sinergi," katanya dalam pembukaan Karya Kreatif Indonesia 2020 di Jakarta, kemarin.

Perry memerinci kreativitas diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah suatu produk UMKM bukan hanya dari sisi harga dan kuantitas produksi, melainkan juga peran para pejabat negara, baik di pusat maupun daerah dalam memanfaatkan produk UMKM.

"Kalau pemimpin bangsa, menteri, gubernur, presiden, semua memakai binaan UMKM, kuncinya adalah value added yang kemudian menjadi sumber pertumbuhan baru," katanya.

Untuk menghasilkan nilai tambah, lanjut dia, pelaku UMKM perlu dibina dari sisi produksi, kewirausahaan, pemasaran, keuangan, dan juga membentuk klaster atau kelompok usaha.

Kedua, lanjut dia, ialah digitalisasi yang dilakukan dengan digitalisasi sistem pembayaran dan promosi atau pemasaran secara digital.

Langkah ketiga ialah sinergi semua pihak dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat dalam pengembangan UMKM salah satunya melalui Karya Kreatif Indonesia yang tahun ini memasuki kegiatan kelima.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pihaknya dengan Kementerian BUMN telah menjalin kesepakatan agar belanja BUMN dengan nilai di bawah Rp14 miliar dialihkan untuk produk UMKM.

Hal itu bertujuan mendorong geliat usaha UMKM agar terus bertumbuh di masa pandemi covid-19 dan mempercepat proses transformasi digital dari produk-produk UMKM.

"Kementerian BUMN sudah sepakati belanja di bawah Rp14 miliar akan diperuntukkan ke UMKM meski saat ini baru sembilan BUMN dan secara gradual akan terus ditambah sampai seluruh BUMN menyerap produk UMKM," ungkapnya dalam konferensi pers secara daring, kemarin.

Dia pun mengatakan Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan ke jajarannya agar dana sebesar Rp321 triliun yang terdapat di kementerian dan lembaga (K/L) dapat disalurkan untuk belanja produk UMKM.

 

Stimulus digital

Teten melanjutkan bahwa pemerintah juga tengah menyiapkan stimulus bagi UMKM yang telah beralih ke digital dengan memanfaatkan marketplace atau toko digital berupa subsidi UMKM. Harapannya, stimulus tersebut akan mendorong percepatan transformasi UMKM ke digital.

"Kami juga menyiapkan gerakan belanja buatan Indonesia dan sedang disiapkan satu stimulus, yaitu subsidi UMKM yang on boarding di marketplace digital. Diharapkan ada pertumbuhan UMKM di pasar online," ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan pandemi covid-19 bisa jadi momentum para pelaku usaha kreatif mengakselerasi digital dengan memanfaatkan platform e-commerce yang sudah ada. (Ant/E-1)

Baca Juga

MI/Susanto

Kominfo Perluas Jaringan Internet di Perdesaan

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 24 September 2020, 13:45 WIB
Layanan telekomunikasi yang prima juga perlu didukung oleh prasarana telekomunikasi yang...
Dok.BNI

BNI dan Jenius Saling Melengkapi Layanan

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 24 September 2020, 13:25 WIB
Salah satu kelebihan dari kartu uang elektronik yaitu masyarakat tidak perlu membuka rekening tabungan atau mendaftar menjadi nasabah suatu...
DOK PTBA

PTBA Telah Salurkan Dana CSR Rp60 M Hingga Agustus 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 September 2020, 13:20 WIB
Realisasi dana program kemitraan sebesar Rp7,6 miliar terdiri dari dana pinjaman dan dana pembinaan yang disalurkan kepada 166 usaha...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya