Sabtu 29 Agustus 2020, 02:50 WIB

Prancis Catat Lebih dari 6.000 Kasus Baru Covid-19

Prancis Catat Lebih dari 6.000 Kasus Baru Covid-19

AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi fasilitas produksi farmasi Seqens yang memproduksi bahan aktif farmasi

 

PRANCIS mencatat infeksi harian virus korona (covid-19) mencapai 6.111 kasus baru pada Kamis (27/8). 

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak karantina wilayah berakhir dan tertinggi kedua sejak awal pandemi mewabah di negara itu. Dikutip France24, angka tertinggi kasus harian yang pernah dicatat ialah 7.578 pada 30 Maret yang merupakan puncak epidemi.

Kementerian Kesehatan Prancis mengatakan jumlah total infeksi yang dikonfi rmasi saat ini mencapai 259.698. Adapun, jumlah kematian akibat virus korona meningkat menjadi 30.576.

Meskipun terjadi lonjakan infeksi baru yang signifikan, jumlah orang yang di rumah sakit turun ke level terendah pascapenguncian 4.535 dan jumlah orang di unit perawatan intensif turun menjadi 381. Hal itu lantaran sebagian besar kasus terjadi di kalangan anak muda, yang biasanya menunjukkan sedikit gejala.


Ribuan orang ditangkap

Hampir 5.800 orang yang dicurigai terlibat dalam tindakan kejahatan terkait virus korona (covid-19) telah ditangkap di Tiongkok sejak Januari. 

Kejahatan yang mereka lakukan mulai dari membunuh petugas medis, menjual peralatan medis yang rusak, dan penipuan riwayat perjalanan. Salah satu kasus melibatkan pembeli yang memukuli pembeli lainnya sampai mati lantaran tidak memakai masker di pusat perbelanjaan. 

Kasus lain termasuk seseorang yang dengan sengaja menabrak pekerja medis dengan mobil, dan satu lagi ditangkap karena menikam petugas kesehatan dengan belati saat melakukan pengetesan suhu badan.

Beberapa juga dituduh menggelapkan uang yang dikumpulkan dari penggalangan dana untuk membantu pasien covid-19. Kemudian ada yang menjual peralatan medis yang rusak dan penipuan riwayat perjalanan atau kondisi kesehatan mereka.

“Dari Januari hingga Juli, 5.797 orang ditangkap dan 6.755 diadili,” kata Kejaksaan Agung Tiongkok dalam sebuah pernyataan pada Kamis (27/8).

Tiongkok sebagian besar telah mampu mengendalikan penyebaran virus korona sejak pertama kali muncul di pusat Kota Wuhan pada Desember 2019. Otoritas setempat menerapkan karantina wilayah yang ketat, pelacakan kontak yang agresif, dan pemantauan di lingkungan warganya.

‘Negeri Tirai Bambu’ itu juga telah menerapkan berbagai aplikasi ponsel cerdas untuk melacak keberadaan orang-orang yang teridentifi kasi dengan covid-19. (CNA/France24/Van/I-1)

Baca Juga

Dok: Kedubes RI

Kain Endek Bali Warnai Koleksi Christian Dior Spring/Summer 2021

👤Usman Kansong 🕔Rabu 30 September 2020, 22:11 WIB
Kain Endek Bali menjadi bahan pilihan Christian Dior untuk koleksi Spring/Summer 2021 yang di peragakan dalam Paris Fashion...
Ist

Lembaga Keuangan Internasional Seharusnya Bantu Cegah Wabah Baru

👤Deri Dahuri 🕔Rabu 30 September 2020, 19:56 WIB
Lebih dari 10 ribu orang di dunia telah menandatangani petisi yang meminta institusi finansial internasional berhenti mendanai...
AFP

Pertempuran di Nagorno-Karabakh Renggut Puluhan Jiwa

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 30 September 2020, 14:25 WIB
JUMLAH total warga sipil yang tewas telah meningkat menjadi 11 orang, yakni sembilan di Azerbaijan dan dua di Armenia, sehingga total...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya