Rabu 26 Agustus 2020, 16:55 WIB

Industri TV Menunggu Regulasi Migrasi TV Analog ke Digital

Putri Rosmalia Octaviyani | Teknologi
Industri TV Menunggu Regulasi Migrasi TV Analog ke Digital

Ilustrasi
Televisi digital

PEGIAT industri televisi menyatakan sudah siap melakukan migrasi sistem analog ke digital. Hal itu dianggap penting karena saat ini kebutuhan akan digitalisasi tidak bisa ditunda lagi. Kesiapan industri televisi juga sudah dimiliki sejak lama.

“Kami bingung mengapa belum juga jadi, apa masalahnya. Padahal kami perusahaan sudah siapkan sejak 2014 ketika pemerintah mengatakan Indonesia akan analog switc off (ASO) dalam satu tahun. Migrasi ini sangat kami butuhkan dan tunggu,” ujar Pemimpin Redaksi CNN Indonesia dan Trans7, Titin Rosmasari, dalam webinar Denpasar 12 berjudul Kepastian Transformasi Digital Indonesia, Rabu, (26/8).

Sementara itu, CEO Media Grup, Mirdal Akib, mengatakan bahwa untuk suatu isu yang sangat penting, migrasi digital di Indonesia sudah sangat lambat penyelesaiannya. Hal itu disayangkan karena saat ini semua negara tetangga sudah melakukan migrasi dan melakukan siaran secara digital.

“Untuk pembahasan sebuah isu yang mendesak sebenarnya ini sudah terlalu lama. Saya mengikuti isu ini sejak 2005. Jadi Indonesia sebenarnya sudah mempersiapkan isu ini sejak 2005,” ujarnya.

Mirdal mengatakan, bahwa industri televisi juga sudah menyiapkan untuk migrasi sejak lama. Saat ini hanya tinggal menunggu selesainya regulasi agar ASO bisa segera dilakukan.

Baca juga :Dirjen Aptika: Penguatan Regulasi Jadi Syarat Tranformasi Digital

“Sekarang semua sebenarnya sudah siap, televisi juga sudah sejak lama menyiapkan diri. Kalau ditanya kesiapan tv menjadi digital oleh multi plexing besok diputuskan pun besok kita biasa siaran. Sekarang yang harus ditanya kapan kita switch off, itu yang harus diperjuangkan oleh DPR,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, mengatakan bahwa saat Indonesia menjadi negara di ASEAN yang paling tertinggal dalam hal migrasi digital. Dari semua negara ASEAN, hanya Indonesia dan Timor Leste yang belum melakukan ASO dan migrasi ke digital.

“Kita ini sudah sangat tertinggal untuk melakukan ASO. Harus segera lakukan ASO, jangan sampai Indonesia jjadi negara pembuangan sampah barang elektronik misalnya yang sudah tidak terpakai di luar negeri,” ujarnya.

Agung mengatakan ada banyak sekali keuntungan yang akan didapat negara dan masyarakat dnegan melakukan migrasi analog ke digital. Migrasi akan memberikan banyak kemajuan, tidak hanya pada bidang penyiaran televisi, tetapi juga kecepatan dan jangkauan internet.

“Seringkali ketika bicara soal ASO perhatian orang hanya ke tv, sehingga agenda ini tidak menyebar dengan masif, tapi kalau dikaitkan bahwa ini berhubungna dengan internet orang akan lebih perhatian ke ASO. Mungkin selama ini perhatian dan pengetahuan hanya ke soal tv, ini yang perlu disosialisasikan dengan lebih lanjut,” tuturnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Istimewa

LG Patenkan Laptop Layar Gulung 17 inci

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 November 2020, 14:15 WIB
LAYAR lipat saja tampaknya tidak cukup untuk menawarkan tampilan baru untuk sebuah perangkat, kini sejumlah produsen teknologi...
DOK NOKIA

Nokia C3, Patut Dilirik untuk Entry Level

👤 (Gas/M-2) 🕔Sabtu 21 November 2020, 02:45 WIB
SALAH satu merek kawakan di dunia telepon seluler, Nokia, tampaknya masih mencoba untuk menunjukkan...
123RF

Aksi Darurat para Raksasa Lembah Silikon

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 21 November 2020, 02:35 WIB
KEBERADAAN platform media sosial sebagai bagian dari keseharian masyarakat telah menimbulkan berbagai perubahan pada banyak aspek kehidupan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya