Selasa 25 Agustus 2020, 09:23 WIB

NasDem Desak Insentif Tenaga Medis di RSUD Maumere Segera Dibayar

Gabriel Langga | Nusantara
NasDem Desak Insentif Tenaga Medis di RSUD Maumere Segera Dibayar

ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Seorang suster mengecek cairan infus pasien yang dirawat akibat terserang demam berdarah dengue (DBD) di RSUD TC Hillers, Maumere, Sikka.

 

HINGGA saat ini insentif untuk tenaga kesehatan yang menangani pasien kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue di RSUD dr TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka belum dibayarkan. Termasuk juga insentif bagi tenaga medis yang menangani pasien covid-19. Pemerintah Kabupaten Sikka telah mengajukan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk insentif tenaga medis menangani covid-19 ke Kementerian Kesehatan. Sedangkan untuk KLB DBD, Pemkab Sikka telah menganggarkan dana sebesar Rp2,5 miliar lewat APBD.

Informasi yang dihimpun mediaindonesia.com menyebutkan, dana untuk KLB tersebut telah masuk di rekening RSUD dr.TC Hillers Maumere. Sayangnya, dana tersebut belum dibagikan kepada tenaga medis lantaran masih ada perbedaan pendapat antara tenaga medis dan manajemen tentang peruntukan dana tersebut. Manajemen menghendaki agar dana tersebut dibagi merata kepada seluruh tenaga medis di RSUD dr TC. Hillers Maumere termasuk pihak manajemen. Sementara sebagian tenaga medis menghendaki agar dana tersebut dibagi kepada tenaga medis menangani langsung pasien DBD.

Informasinya bahwa kondisi tersebut berujung pada kalimat bernada ancaman dari Sekda Sikka, Sirilus Wilhelmus kepada tenaga medis di RSUD dr TC Hillers Maumere yang hendak mengadukan persoalan itu ke Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. Kondisi tersebut memantik reaksi dari politisi NasDem yang juga anggota DPRD Kabupaten Sikka, Yosef Nong Soni. Politisi muda  ini mempertanyakan apa alasan manajemen RSUD dr TC. Hillers Maumere belum membagikan insentif bagi tenaga medis KLB DBD.

Menurutnya, status otonomi RSUD dr TC Hillers Maumere sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bukan menjadi dalil manajemen sesuka hati mengelola keuangan, apalagi menahan apa yang menjadi hak tenaga medis.

"Tenaga medis yang berhadapan langsung dengan para pasien. Faktor resiko mereka tidak bisa dibandingkan dengan uang insentif sejuta dua juta yang menjadi hak mereka. Lalu kenapa uang insentif itu harus ditahan tahan?" kata Yosef Nong Soni ini kepada mediaindonesia.com, Selasa (25/8).

Dirinya menuturkan dana KLB DBD misalnya. Hingga selesai masa siaga DBD, insentif untuk tenaga medis tak kunjung dibayarkan sampai hari ini.

"Saya dengar informasinya bahwa insentif tersebut mau dibagi seperti model pembagian insentif jasa umum. Ini bagaimana, masa yang tidak merawat pasien DBD juga terima insentif? Kebijakan macam apa itu," tanya dia.

Untuk itu, ia mendesak pihak manajemen RSUD dr TC Hillers Maumere untuk segera melakukan proses pembayaran terhadap insentif tenaga medis tersebut. Yosep Nong Soni juga meminta kepada tenaga medis untuk tidak takut bersuara tentang apa yang menjadi haknya.

"Jangan mengintimidasi tenaga medis dengan tujuan membungkam kebenaran. Saya juga minta tenaga medis jangan takut memperjuangkan apa yang menjadi hak kalian," tegasnya.

baca juga: RSUD Tobelo Terpaksa Tarik Tenaga Medis dari Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus dikonfirmasi terkait persoalan itu mengatakan anggaran KLB DBD sudah diproses, termasuk Rp500 juta sisa yang belum terbayar juga sudah ditransfer ke rekening RSUD dr TC Hillers Maumere. Direktur RSUD dr TC Hillers Maumere dr Mercy Pareira saat dihubungi mediaindonesia.com menyatakan dana KLB DBD dibayarkan sebagai pendapatan RS tahun 2020 akan dibayarkan sebagai jasa pelayanan sesuai perbup jasa pelayanan.

"Dana KLB DBD kita sedang proses," tandas Mercy.

Terkait insentif tenaga medis penanganan pasien Covid-19, hingga kini Dinas Kesehatan Pemkab Sikka masih memproses karena insentif itu dicairkan langsung dari Kementerian Kesehatan. (OL-3)

Baca Juga

MI/Cikwan Suwandi

Pasangan Cellica-Aep Tawarkan Program Tata Kelola Lingkungan

👤Cikwan Suwandi 🕔Selasa 24 November 2020, 13:15 WIB
Aep mengatakan, Karawang memiliki Pegunungan Sanggabuana yang merupakan generator alam terpenting untuk sejumlah kabupaten khususnya...
ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Ditemukan Jejak Macan di Merapi

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 24 November 2020, 13:05 WIB
Pekerja proyek perbaikan jalan akses pengungsian Singlar-Ngancar Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman menemukan...
Istimewa

Pemuda Pancasila Imbau Jangan Pasang Baliho Provokatif

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 24 November 2020, 12:55 WIB
Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila di Kabupaten Malang, Jawa Timur mengimbau masyarakat jangan ikut-ikutan memasang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya