Senin 24 Agustus 2020, 18:46 WIB

10 Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 Bulan Ini

Sri Utami | Politik dan Hukum
10 Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 Bulan Ini

Ilustrasi
Ilustrasi terorisme

 

TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sepuluh terduga teroris di Jawa Timur, Riau dan Jawa Tengah. Penangkapan terduga teroris tersebut berlangsung 1-11 Agustus.

Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono menuturkan sepuluh terduga teroris yang diitangkap berasal dari jaringan Jamaah Islamiah (JI) dan Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Pada 7 Agustus Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial AE, 41, yang berprofesi sebagai karyawan swasta dan merupakan bagian kelompok JI Malang. 

"AE diduga berperan sebagai kepala, koordinator program, serta pengatur peserta didik di diklat Adira Cakrawala Tasikmalaya, dan mendistribusikan laporan peserta diklat ke Suriah," jelasnya dalam konferensi pers secara daring, Senin (24/8).

Kemudiam pada 8 Agustus ditangkap terduga teroris berinisial AW, 39, yang merupakan kelompok JAD. Pria yang ditangkap di Semarang tersebut berprofesi sebagai wiraswasta.

“Keterlibatan (AW), pertama anggota kelompok JAD. Kedua, mengetahui perencanaan pembuatan bom Taufik Ramadani yang ditangkap pada 10 April,” tuturnya.

Baca juga : DPR Diminta Cermat Bahas Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme

Di hari yang sama Densus 88 kembali melakukan penangkapan terduga teroris berinisial N, 26, di Pemalang. Kemudian, pada 9 Agustus 2020 penangkapan terduga teroris berinisial MB,18. Tersangka N merupakan anggota grup aplikasi WhatsApp bernama Kejujuran dalam Beragama. Sedangkan MB berperan sebagai admin di grup tersebut.

Densus 88 selanjutmya menangkap terduga teroris berinisial N, 35, yang ditangkap di Siak, Riau. N berprofesi sebagai pedagang es keliling dan dia diduga mengetahui pembuatan bom berjenis Threeaseton Threeperoksida (TATP) oleh kelompok Azumar serta akan melakukan serangan. Kemudian bertindak selaku pengantin saat melakukan amaliyah bom bunuh diri dengan target gereja yang ada di Riau.

"N bergabung dengan kelompok Azumar alias Maulana yang telah ditangkap 21 Juni 2020," ujar Awi.

Selain N, lima terduga teroris lainnya ditangkap di Kampar, Riau 11 Agustus. Kelimanya di antaranya S, 28; S, 40; TJ, 30; LWCB, 32; dan TW, 26. Kelimanya meminjamkan barang maupun uang kepada N serta menyembunyikan N.

Para tersangka dijerat Pasal 15 jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf C UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Antiterorisme) dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja

Dalam Setahun, Kejagung Jatuhkan Sanksi pada 109 Jaksa

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 07:58 WIB
Pemeriksaan oleh Direktorat Jamwas dilakukan guna menilai tingkat kebenaran dari aduan...
ANTARA/Basri Marzuki

KPU Tetapkan Jumlah DPT Pilkada 2020

👤Anggitondi Martaon 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 07:41 WIB
Jumlah pemilih yang masuk DPT mencapai 100.359.152...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

ICW Laporkan Firli ke Dewas KPK Terkait OTT UNJ

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 06:32 WIB
ICW mencatat ada empat dugaan pelanggaran etik yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya